SITUBONDO, datariau.com - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII memulai Program Inkubasi Usaha PIIdaya UMKM Situbondo 2026 melalui kegiatan kick off yang digelar di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo, Rabu (2/9/2026).
Sebanyak 15 pelaku UMKM terpilih mengikuti program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat pengelolaan bisnis, serta memperluas akses pasar dan jejaring.
Program PIIdaya UMKM Situbondo menyasar pelaku UMKM di Jawa Timur, khususnya masyarakat di sekitar proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang mendapatkan dukungan penjaminan dari PT PII.
Baca juga:Sekolah Ceria Dompet Dhuafa Jangkau 426 Anak Terdampak Gempa di NTT
Melalui program tersebut, PT PII berupaya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal sehingga mampu mengembangkan bisnis sekaligus menangkap peluang ekonomi yang muncul dari pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, PT PII menggandeng Kampus Bisnis Umar Usman serta berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo.
Program tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga pendampingan intensif. Para peserta akan dibantu memahami kondisi bisnis, menyusun perencanaan dan strategi usaha, serta mengembangkan bisnis secara lebih terarah.
Baca juga:Dari Lulusan Animasi hingga Menjadi Barber Profesional: Kisah Febri Nur Hidayanto Menemukan Jalan Masa Depan
Kegiatan kick off dibuka Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo, Drs. Prio Andoko, M.Si.
Dalam sambutannya, Prio menekankan pentingnya indikator yang jelas dalam mengukur proses dan capaian UMKM agar dapat disebut naik kelas.
Menurutnya, pengembangan UMKM harus diarahkan pada ukuran yang konkret, mulai dari peningkatan usaha, perluasan akses pasar hingga aspek perlindungan sosial bagi pelaku usaha melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga:Pelatihan Barista Institut Kemandirian, Bekali Generasi Muda Jadi Profesional dan Siap Berwirausaha
“UMKM perlu memiliki ukuran yang jelas untuk melihat apakah usahanya mengalami perkembangan dan naik kelas. Selain peningkatan usaha dan akses pasar, perlindungan sosial juga menjadi bagian penting agar pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya dengan lebih aman dan berkelanjutan,” pesannya.
PT PII Dorong UMKM Manfaatkan Peluang Ekonomi
Division Head of Corporate Secretary and Communication PT PII, Rian Ditha Prasetianti, mengatakan PIIdaya UMKM Situbondo merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang terus dikembangkan PT PII sejak 2021.
“Melalui PIIdaya, kami ingin mendorong pelaku UMKM untuk memiliki kapasitas dan pengelolaan usaha yang semakin baik, mampu memperluas akses pasar dan jejaring, serta semakin siap untuk berkembang dan naik kelas. Pendampingan menjadi penting agar peningkatan kapasitas yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing,” ujar Ditha.
Baca juga:Dari Kehilangan Menjadi Kekuatan: Kisah Prof. Zulys Mengajarkan Arti Menjadi "Intan" bagi Anak-anak Yatim
Ia menjelaskan, pelaksanaan PIIdaya di Situbondo juga menjadi bagian dari komitmen PT PII dalam memperluas manfaat pembangunan infrastruktur kepada masyarakat di sekitar proyek.
“PT PII memberikan penjaminan pada Proyek Tol Probowangi sebagai bagian dari mandat perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Melalui program TJSL, kami juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat di sekitar proyek, khususnya pelaku UMKM, agar dapat terus mengembangkan usahanya dan menangkap peluang ekonomi di wilayah tersebut,” tambahnya.
Inkubasi Dimulai dari Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha
Direktur Kampus Bisnis Umar Usman, Rendika Rezky, menyampaikan bahwa proses inkubasi tidak hanya berkaitan dengan cara membangun bisnis, tetapi juga bagaimana membangun kapasitas orang yang menjalankan bisnis tersebut.
“Pelatihan dan pendampingan menjadi penting karena membangun kapasitas diri jauh lebih penting sebelum membangun bisnis. Ketika kapasitas pelakunya bertumbuh, maka kemampuan bisnisnya juga akan memiliki fondasi yang lebih kuat,” ujar Rendika.
Baca juga:Dari Santri Menjadi Pemilik Dua Bengkel: Jalan Panjang Agus Rifai Menjemput Kemandirian
Ia juga menegaskan pentingnya perencanaan sebagai modal awal dalam menjalankan bisnis.
Pelaku UMKM, menurutnya, perlu memiliki kemampuan memahami kondisi bisnis, menentukan arah pengembangan, menyusun strategi, serta mengambil keputusan berdasarkan perencanaan yang jelas.
Kegiatan kick off turut dihadiri Kepala Bidang Usaha Mikro Diskoperindag Situbondo Moh. Riza Pahlevi, S.H.; fasilitator dan pendamping UMKM PIIdaya, Shokhibul Mighfar, S.Ag., M.Pd. I.A.; pendamping UMKM PIIdaya Akhlis Munazilin, S.Kom., M.T.; serta Koordinator Lapangan Program PIIdaya UMKM Nurul Hidayah, M.Pd.
Baca juga:Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Audy Dental, Pelatihan Menjahit-Barber Cetak Wirausahawan Baru
Turut hadir Kepala Unit Dompet Dhuafa Banyuwangi Achmad Efendi serta 15 peserta Program Inkubasi Wirausaha Situbondo 2026.
Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan rangkaian pelatihan, pendampingan dan penguatan kapasitas usaha. Kegiatan tersebut diarahkan agar peserta mampu memahami kondisi bisnis, menyusun perencanaan, mengembangkan strategi usaha, sekaligus membuka peluang akses pasar dan jejaring yang lebih luas.
Program TJSL PIIdaya Inkubasi UMKM Situbondo 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu sarana penguatan UMKM lokal agar semakin siap menghadapi perkembangan usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi yang hadir seiring pembangunan infrastruktur di wilayah Probolinggo-Banyuwangi.***