Buang Bayi ke Dalam Sumur, Sepasang Mahasiswa di Kuansing Ditangkap Polisi

Datariau.com
444 view
Buang Bayi ke Dalam Sumur, Sepasang Mahasiswa di Kuansing Ditangkap Polisi

TELUKKUANTAN, datariau.com - Sepasang mahasiswa inisial NY (Pr 20) dan DR (Lk 25) diamankan Polsek Singingi setelah ketahuan telah membuang bayi laki-laki yang baru dilahirkan ke dalam sumur.

Pengungkapan ini berawal pada Senin (2/8/2021) sekira pukul 08.30 WIB ditemukan mayat janin laki-laki lengkap dengan ari-ari di dalam sumur warga di Desa Sungai Kuning Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi yang diketahui milik inisial Su.

Pengungkapan kasus ini berawal saat Suk pagi itu menghidupkan air kran yang berada di dapur rumahnya, air kran tersebut berbuih dan mengeluarkan aroma busuk.

Saksi pergi ke kamar mandi belakang yang berada di luar rumah dan membuka tutup sumur yang terbuat dari papan dan mencium aroma busuk dari dalam sumur tersebut, saat melihat ke dalam sumur, saksi melihat ada semacam boneka anak kecil dalam keadaan tertelungkup.



Kemudian saksi memberitahukan hal tersebut kepada suaminya Su, saat dia melihat ke dalam sumur tersebut kemudian Su memberitahukan kepada orangtuanya bernama Sur, saat dia melihat ke dalam sumur, kemudian para saksi bersama-sama mengangkat bayi tersebut dari dalam sumur dengan menggunakan pipa paralon yang dibuatkan kait.

Setelah diangkat ternyata ditemukan mayat bayi laki-laki lengkap dengan ari-ari, yang kemudian melaporkan kepada pihak berwajib.

Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK MM, melalui Kapolsek Singingi IPTU Koko F Sinuraya SH MH, membenarkan adanya penemuan jabang bayi yang sudah membusuk di dalam sumur rumah warga Desa Sungai Kuning Kecamatan Singingi, milik Su.

Setelah dilakukan penyelidikan dan interogasi dari saksi yang ada, telah diamankan 2 orang pelaku yang diduga erat hubungannya dengan dugaan tindak pidana melakukan aborsi, yaitu NY perempuan usia 20 tahun status mahasiswi dan DR laki-laki usia 25 tahun yang juga mahasiswa.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap pelaku, diperoleh keterangan bahwa kedua pelaku sudah berpacaran sejak tahun 2020 dan sejak bulan Oktober 2020 kedua pelaku sudah sering melakukan hubungan badan, sekitar Februari 2021, pelaku NY memberitahukan kepada pelaku DR bahwa ia telah hamil.

Kemudian pelaku DR menyarankan agar pelaku NY menggugurkan kandungan tersebut dengan minum obat, namun upaya itu tidak berhasil, dikarenakan tidak ada reaksi maka sekitar bulan April 2021 pelaku DR menyarankan NY minum obat dan minuman yang disarankan DR selama 1 pekan namun tetap tidak ada reaksi.