BKN Dorong Bojonegoro Jadi Percontohan Manajemen Talenta ASN

Samsul
48 view
BKN Dorong Bojonegoro Jadi Percontohan Manajemen Talenta ASN
JAKARTA, datariau.com-Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi proyek percontohan (pilot project) penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) di daerah.

Dorongan tersebut disampaikan saat pendampingan kesiapan manajemen talenta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Prof Zudan menilai Bojonegoro memiliki potensi sekaligus tantangan pembangunan yang besar. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa dan APBD sekitar Rp6 triliun, daerah tersebut membutuhkan ASN yang memiliki kapasitas dan kompetensi memadai.

"Kabupaten Bojonegoro adalah kabupaten rasa provinsi. Penduduknya lebih dari 1,3 juta, APBD-nya juga besar. Maka kapasitas ASN-nya harus besar. Boleh enggak kita jadikan Bojonegoro itu pilot project manajemen talenta?" ujarnya.

Menurutnya, manajemen talenta dapat menjadi instrumen untuk memastikan penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan program prioritas kepala daerah. Jika talenta yang dibutuhkan belum tersedia di lingkungan pemerintah daerah, pencarian dapat diperluas dari wilayah lain.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran, tetapi harus terlihat dari dampak yang dirasakan masyarakat, seperti penurunan angka stunting, pengangguran, inflasi, dan kemiskinan.

"Bagaimana manajemen talenta bisa memanjakan masyarakat di Bojonegoro? Pelayanan harus semudah bank dan bisa dilacak semudah marketplace. Artinya, masyarakat bisa mengurus layanan tanpa harus keluar rumah. Bagaimana menghadirkan negara atau pemerintah datang ke warga," jelas Prof Zudan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro H Setyo Wahono menyambut baik dukungan BKN dalam pengembangan manajemen talenta. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menempatkan dan mengembangkan ASN berdasarkan kualifikasi serta kompetensi yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Kami ingin mengembangkan dan menempatkan ASN berdasarkan kualifikasi dan kompetensi yang kami tuangkan dalam RPJMD," ungkapnya.

Setyo berharap penerapan manajemen talenta dapat meningkatkan motivasi kerja, kompetensi profesional, sekaligus memberikan kesempatan promosi jabatan secara lebih objektif bagi ASN.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan orientasi pelayanan dalam membangun birokrasi yang profesional.

"Birokrasi yang kuat harus diisi orang yang bermoral baik, berintegritas, bekerja secara profesional, berorientasi pada hasil, dan berdampak bagi masyarakat luas," tegasnya.

Menurut Setyo, manajemen talenta menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, mempercepat pelaksanaan program prioritas, serta mendorong inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memaparkan perkembangan penerapan manajemen talenta dengan total 14.643 ASN yang telah masuk dalam sistem manajemen talenta SIMATA BKN.

Paparan tersebut meliputi identifikasi jabatan kosong pada jabatan pimpinan tinggi (JPT) dan administrator, pemetaan talenta JPT Pratama untuk JPT Madya, serta pemetaan jabatan administrator dan jabatan fungsional (JF) Ahli Madya untuk JPT Pratama.

Selain itu, turut dipaparkan penyusunan kandidat suksesi, peta jalan retensi talenta, serta rencana pendalaman suksesor.

Prof Zudan menilai progres tersebut telah menunjukkan perkembangan yang terstruktur. Namun, ia mengingatkan pentingnya kelengkapan dan pemutakhiran data kepegawaian agar potensi ASN dapat terpetakan secara akurat.

BKN juga mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperbarui dokumen dan riwayat pengalaman kerja, khususnya dalam tiga tahun terakhir.

Data pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja menjadi bagian penting dalam proses pemetaan talenta, termasuk peluang ASN masuk kelompok talenta potensial pada kotak 7, 8, dan 9. Untuk mendukung hal tersebut, BKN telah menyiapkan fasilitas lemari digital sebagai tempat penyimpanan dokumen kepegawaian.

Panelis BKN turut menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan apresiasi terhadap ASN berprestasi melalui pemberian penghargaan maupun publikasi atas capaian dan kontribusi mereka.
Tag:ASNBkn
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)