Ayah Bunuh Anak Gegara Main Layang-layang

Kakak Indra Purnama
121 view
Ayah Bunuh Anak Gegara Main Layang-layang
Gambar: liputan6.com

DATARIAU.COM - Seorang ayah di Karangasem, Bali berinisial IKT terungkap menganiaya anaknya INS hingga tewas saat setelah makam korban dibongkar dan dilakukan autopsi. Sebelumnya kasus ini berhasil disembunyikan pelaku dengan berbohong dan menyebut korban tewas karena sakit.

Kasi Humas Polres Karangasem Iptu I Made Sutama mengungkapkan, IKT sempat tidak mengakui perbuatannya. Bahkan ia sempat mencarikan anaknya dukun, dan kepada dukun tersebut dia mengatakan anaknya meninggal karena mencret.

"Iya awalnya dibilang mencret anaknya, habis dipukul kan muntah-muntah dia, kemudian dibekap kemudian muntah-muntah, sampai dia keluar tinja. Dicarilah dukun," kata Sutama saat dihubungi detikcom, Jumat (15/10/2021).

Padahal yang menyebabkan kematian anaknya itu adalah akibat terputusnya batang leher karena pukulan benda tumpul. Hal tersebut dibuktikan dari hasil autopsi yang dilakukan pihak rumah sakit.

"Setelah diotopsi kemudian keterangan dari (tanda-tanda jenazah) anaknya, nah itulah yang menguatkan dia (ayah korban) jadi tersangka. Akhirnya dia mengakui bahwa perbuatannya itu dilaksanakan oleh dia (sendiri)," terangnya.

Sutana menjelaskan, karena sempat tidak mengakui perbuatannya, IKT secara otomatis telah melakukan kebohongan sebelumnya.

"Secara logika saja dia sudah berbohong dia itu. Karena apa, karena dia tahu persis, setelah anaknya lemas begitu ditinggalin di dalam kamar oleh dia kan, kemudian dicarikan dukun. Kan dia pura pura itu," kata dia.

Sutama menuturkan, IKT tega melakukan penganiayaan terhadap anaknya hingga tewas karena tidak dibantu untuk menyabit, oleh karena ananya sibuk bermain layang-layang. Terlebih setelah pulang bermain layangan INS pun langsung bermain air.

"Karena kan habis main layang-layang kepanasan kan, sedangkan mungkin saja rumahnya pegunungan, sulit mencari air, airnya itu di ini (dimainkan) jadi marah dia (ayahnya). Awalnya kan dia mukul dengan emosi yang marah padam," jelas Sutama. (*)

Source: Detik.com