DATARIAU.COM - Arab Saudi mencatat terobosan penting
dalam pelayanan kesehatan haji dengan berhasil mengirimkan obat-obatan
menggunakan pesawat nirawak (drone) kepada jemaah Haji 2025. Inovasi ini
dilakukan untuk memastikan para jemaah mendapatkan layanan kesehatan lebih
cepat dan efisien, terutama dalam kondisi darurat di tempat suci.
Proyek pengiriman obat menggunakan drone merupakan inisiatif
baru yang dijalankan Klaster Kesehatan Makkah bekerja sama dengan National
Unified Procurement Company (NUPCO). Sistem ini bertujuan mempercepat
distribusi obat-obatan dan peralatan medis ke fasilitas kesehatan primer serta
rumah sakit yang tersebar di wilayah suci, termasuk Mina dan Arafah.
"Penggunaan drone membantu mempercepat waktu respons
layanan kesehatan dan memperkuat kesiapan kami dalam menangani kasus-kasus
darurat selama musim haji," ujar Dr Ahmed Al-Matrafi dari Klaster
Kesehatan Makkah seperti dikutip Antara, Minggu (8/6/2025).
Salah satu contoh keberhasilan adalah pengantaran paket es
ke Rumah Sakit Darurat Mina untuk menangani jemaah yang mengalami kelelahan
akibat suhu ekstrem dan sengatan panas. Drone mampu mengantar pasokan tersebut secara cepat dan tepat ke titik
tujuan yang sulit dijangkau kendaraan konvensional.
Proses pengiriman
obat mengikuti tahapan multi-level dimulai dari persiapan dan koordinasi dengan
fasilitas kesehatan, pengemasan menggunakan teknologi sesuai standar Otoritas
Makanan dan Obat Saudi, hingga pelacakan waktu nyata melalui dasbor pemantauan
pusat. "Dengan pelacakan real-time, kami bisa memonitor setiap pengiriman
dan memastikan tidak ada hambatan di lapangan," kata Eng Khalid Al-Dabbagh
dari NUPCO.
Penggunaan drone
di sektor kesehatan selama ibadah haji menjadi bukti keseriusan Arab Saudi
mengadopsi teknologi tinggi demi mendukung kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Hal ini sejalan dengan Visi Saudi 2030 yang menempatkan peningkatan layanan
publik berbasis teknologi sebagai prioritas nasional.
Inisiatif ini
menjadi bagian kesiapsiagaan intensif menjelang dan selama pelaksanaan ibadah
Haji 1446 H, terutama pada ritual puncak seperti lempar jumrah di Mina.
"Ini adalah lompatan besar dalam layanan kesehatan haji. Kami berharap
sistem ini bisa terus dikembangkan di masa mendatang," tambah Dr Ahmed.
Dengan
keberhasilan ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan
ibadah yang aman, sehat, dan berkelas dunia bagi jutaan jemaah dari berbagai
penjuru dunia. Inovasi teknologi drone ini diharapkan dapat menjadi standar
baru pelayanan kesehatan di tempat-tempat ibadah besar di masa mendatang.***
Sumber: Liputan6.com