RIYADH, datariau.com - Arab Saudi menggunakan
robotika canggih dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung jutaan
jemaah haji musim 2025, menurut pernyataan Presidensi Umum Urusan Masjidil
Haram dan Masjid Nabawi.
Kerajaan Saudi menggunakan robot berteknologi tinggi seperti
"Manarat Al-Haramain" generasi kedua untuk memberikan bimbingan
keagamaan dalam 15 bahasa dan secara otomatis mendistribusikan Al-Quran serta
air Zamzam di Masjidil Haram. Robot
tersebut menawarkan layanan fatwa instan melalui suara dan teks.
Robot bedah juga
digunakan di King Abdullah Medical Center untuk melakukan prosedur medis rumit
seperti urologi, onkologi, toraks, dan gastrointestinal. Sistem yang
diluncurkan Menteri Kesehatan Fahd Al-Jalajel ini diharapkan mempercepat
pemulihan dan meningkatkan akurasi operasi selama musim haji.
"Robot Air
Zamzam" yang diperkenalkan selama pandemi COVID-19 terus mendistribusikan
air Zamzam dalam kemasan. Setiap robot mampu mendistribusikan sekitar 30 botol
per putaran, beroperasi hingga delapan jam dengan jeda 20 detik untuk
menghindari tabrakan dan memastikan pergerakan lancar.
Kepresidenan
mengumumkan robot Zamzam telah memperoleh paten dan sertifikasi CE Eropa yang
menegaskan standar keselamatan operasionalnya. Robot pintar ini sebelumnya juga
digunakan mendistribusikan salinan Al-Quran cetak kepada pengunjung Masjidil
Haram.
Inisiatif ini
merupakan bagian dari strategi digital Arab Saudi sejalan dengan Visi 2030
untuk meningkatkan pengalaman haji dan memimpin pengembangan teknologi dalam
layanan keagamaan global. "Inovasi
ini mencerminkan visi pemerintah untuk mengintegrasikan teknologi terkini ke
dalam layanan keagamaan," kata Kepresidenan.
Pemerintah Saudi
tengah mengintegrasikan berbagai sistem pintar untuk meningkatkan keamanan,
aksesibilitas, dan efektivitas ibadah haji, dengan Masjidil Haram di Mekkah
sebagai pusat utama inovasi teknologi keagamaan.***
Sumber: sindonews.com