BANYUWANGI, datariau.com - Tahun depan Pemerintah Kabupaten Siak segera upayakan peningkatan kualitas pelaksanaan pelayanan publik dengan manfaatkan inovasi layanan berbasis digital seperti yang telah dilakukan oleh kabupaten/kota Smartcity di Indonesia.
Dalam persiapannya, Pemkab Siak bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi untuk mengembangkan inovasi pelayanan publik dan pariwisata. Pertemuan kedua belah pihak dilakukan di Banyuwangi Jawa Timur, Jumat (8/11/2019) lalu.
Pemkab Siak beserta rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Siak Drs H Alfedri MSi dengan mengikutsertakan sejumlah pimpinan OPD bersama Camat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.
Saat itu, rombongan pun diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi Asisten Pemerintahan Choiril Ustadi Yudawanto. "Fokus Studi Tiru yang kami amati terkait 10 program pelayanan masyarakat, serta inovasi pelayanan publik dan pariwisata dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat," kata Bupati Siak dalam pertemuannya dengan Bupati Banyuwangi saat itu.
Kemudian Bupati Siak Drs H Alfedri MSi merincikan 10 program dan inovasi pelayanan publik yang dimaksud terkait reputasi Kabupaten Banyuwangi sebagai kabupaten dengan event festival terbanyak se-Indonesia. Termasuk Program Smart Kampung yang mendorong pelayanan desa berbasis Teknologi Informasi (TI).
Selain itu, fokus studi tiru ini juga terkait Best Practise Mall Pelayanan Publik dengan Progam Layanan Kependudukan dan Perizinan Dalam Satu Tempat, Program Jemput Bola Perawatan Bagi Warga Miskin yang Sakit, Laskar Penjaja Sayur dan Ibu Hamil Berisiko Tinggi.
Demikian halnya dengan Tata Kelola Pembangunan dan Keuangan Desa Berbasis e-Village Budgeting dan e-Monitoring Sistem, Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Dan Program Banyuwangi Mengajar, serta pemberian uang saku dan uang transportasi bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
"Tak hanya itu, di Banyuwangi kita juga ingin melihat Program Barisan Siap seperti Bhabinkamtibmas Respons Pengaduan Setiap Masalah Publik, Program Jelajah Edukasi di Laman Pendidikan Banyuwangi (Jendela Wangi)," jelasnya.
Selain itu, kata Alfedri, ada Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Grobak Sampah (Guyub Rukun Ngolah Bank Sampah) oleh pihak kecamatan, serta Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik beserta Inovasi Perencanaan yang terintegrasi melalui sistem informasi manajemen penganggaran dan pelaporan perencanaan (SIMRAL).
Studi tiru ini, selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui kerjasama replikasi inovasi pelayanan publik antara kedua daerah yang didahului penandatanganan MoU dan berbagai langkah persiapan internal lainnya.
"InsyaAllah segera dipersiapkan dukungan perangkat dan Sumber Daya Manusia terkait replikasi inovasi pelayanan publik ini. mudah-mudahan tahun 2020 ini sudah dapat diterapkan," tutupnya.(*r/hp)