Terus Dalami Kasus Penyulingan Minyak Illegal di Dumai, Kapolda Riau: Kuat Dugaan Adanya Sumber Lain

274 view
Terus Dalami Kasus Penyulingan Minyak Illegal di Dumai, Kapolda Riau: Kuat Dugaan Adanya Sumber Lain
Foto: Deni
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SIK, SH, MSI. Saat Meninjau Barang Bukti Drum Yang Berisi Minyak Illegal.

PEKANBARU, datariau.com - Sesuai komitmen Kapolda Riau bahwa Riau ingin zero kasus Ilegal Tapping, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau terus lakukan penyelidikan mendalam kasus pencurian minyak dan tempat penyulingan minyak ilegal yang diungkap di Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai, pada hari Minggu lalu (19/7/2020).

Dari perkembangan penyelidikan, kasus pencurian minyak sekaligus penyulingan ilegal tersebut, penyidik Ditkrimsus menduga adanya pelaku lain.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi pada kesempatannya mengatakan, karakter dari kadar minyak yang berbeda membuat penyidik menduga kuat sebagian besar minyak mentah yang disuling secara ilegal tersebut berasal dari sumber lain.

"Dari 46 ton minyak hasil curian itu telah dilakukan identifikasi. Hasilnya adalah patut diduga minyak tersebut bukan hanya berasal dari pembersihan kilang yang dilakukan PT AU, kuat dugaan adanya sumber lain,” ujarnya Rabu (22/7/2020).

Menurutnya, karakter minyak dari hasil pembersihan itu lebih kotor karena tercampur air dan lumpur, serta kandungan minyak mentahnya juga sedikit sekali.

“Namun ada minyak yang kualitasnya sangat bagus yang diduga berasal dari pengeboran pipa Blok Rokan,” ungkapnya curiga.

Menanggapi tentang kemungkinan minyak mentah tersebut berasal dari kilang ilegal, Irjen Agung berkeyakinan bahwa hal tersebut sangat kecil kemungkinannya.

“Untuk memperoleh minyak itu pengeborannya sangat dalam, jadi kecil sekali kemungkinan itu,” jelas Jendral Bintang Dua tersebut.

Lanjut Kapolda, perlunya dipahami bahwa penyulingan minyak ilegal itu adalah muara dari pencurian minyak yang terjadi. Artinya bahwa dengan membongkar penyulingan ilegal ini bisa mendeteksi pencurian minyak yang selama ini terjadi. 

“Diharapkan pengungkapan ini bisa menghentikan semua pencurian yang terjadi,” pinta Irjen Pol Agung Setya yang juga pencipta aplikasi Dashboard Lancang Kuning itu.

Dikatakannya lagi, penyidik sedang mendalami peran dari korporasi (PT AU), karena pengangkutan minyak sampai ke lokasi penyulingan itu menggunakan truk milik korporasi tersebut. Padahal diketahui bahwa truk tersebut sudah dipasang GPS oleh pihak perusahaan. 

“Artinya, ini kan terpantau kemanapun jalur truck itu melintas, dan ini sedang kami dalami,” bebernya.

Mantan Direktur di BIN ini juga menjelaskan dalam kondisi ekonomi seperti saat ini Polda Riau sangat konsen terhadap adanya kasus kasus kejahatan ekonomi. Terutama, yang bisa merugikan negara. 

“Minyak dari Blok Rokan ini adalah aset negara, yang akan mensupport keuangan negara. Jadi kalau minyaknya dicuri, maka yang merugi itu negara,” tegasnya.

Oleh itu, Irjen Agung bertekad untuk menghentikan semua bentuk pencurian minyak atau illegal tapping di Riau dengan menetapkan zero illegal tapping.

“Dengan demikian, maka akhirnya keuangan negara bisa digunakan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat dengan baik,” tutup Kapolda Riau Irjen Pol Agung.

Penulis
: Deni
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com
Tag: