Sandiaga Sayangkan Oknum Camat Memihak Salah Satu Capres

datariau.com
759 view
Sandiaga Sayangkan Oknum Camat Memihak Salah Satu Capres
Ilustrasi (Foto: Internet)
DATARIAU.COM - Calon presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyayangkan video viral para camat Sulawesi Selatan yang mendukung pasangan capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurut Sandi, hal ini telah mencederai rasa keadilan dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, Sandi meminta para relawan untuk mengawasi dan mengawal kasus tersebut.

"Mereka digaji siapa? Mereka bekerja untuk siapa? Mereka harusnya mengayomi bukan sebaliknya berpihak kepada salah satu capres cawapres. Mereka para camat itu seharusnya netral. Para relawan harus mengawal ini, agar demokrasi kita tidak tercederai," jelas Sandi di hadapan para relawan Roemah Djoeang di Hotel Grand Asia, Makasar, Ahad (24/2).

Sandi mengatakan, para relawan adalah ujung tombak untuk menciptakan pemilu yang adil, transparan dan bermartabat. Eks wakil gubernur DKI Jakarta ini juga meminta para relawannya jangan sampai terprovokasi.

"Bekerja tuntas hingga 17 April, saat pencoblosan. Sampaikan fokus Prabowo-Sandi adalah ekonomi dengan penciptaan dan penyediaan lapangan kerja, harga-harga stabil, terjangkau dan menegakan hukum seadil-adilnya," kata Sandi.

"Mari kita kawal dan jangan menjadikan dukungan ASN ini berlangsung dan terus  dipertontonkan kepada seluruh bangsa. Tapi jangan terprovokasi, komitmen Prabowo-Sandi adalah untuk menciptakan demokrasi sejuk, kampanye yang gembira, politik yang berpelukan," imbuhnya.

Sandi mengaku sangat prihatin dengan sikap para camat itu yang secara terbuka mendukung salah satu paslon. Seharusnya, kata dia, semua pihak termasuk ASN bisa memberikan contoh demokrasi sejuk dan tidak memecah belah masyarakat yang dilayaninya.

Kasus seperti ini, menurut Sandi, belum pernah terjadi sebelumnya. Dia berharap keadilan bisa ditegakkan. Hukum harus adil, bukan dijadikan alat untuk menghajar lawan, tapi melindungi kawan.

"Kita bisa lihat bagaimana seorang kepala desa yang mendukung Prabowo-Sandi di Mojokerto langsung dijebloskan ke penjara 2 bulan. Kita menunggu yang di Makassar bagaimana keadilan ini bisa kita tingkatkan. Agar hukum itu tidak tebang pilih, tidak hanya tajam pada oposisi, tapi tumpul pada penguasa," tutup Sandi.

Sebelumnya, beredar video camat di Kota Makassar yang menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik itu, ada juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan  Syahrul Yasin Limpo.

Sejumlah orang yang ada dalam video itu menyatakan bersumpah akan berjihad untuk mendukung dan memenangkan Jokowi agar bisa melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden Indonesia satu periode lagi. (*)
Editor
: Redaksi
Sumber
: Kumparan.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)