Petani Menjerit, Harga Karet dan Kelapa Anjlok

Datariau.com
717 view
Petani Menjerit, Harga Karet dan Kelapa Anjlok
Foto: Riswandi

BENGKALIS, datariau.com - Warga petani karet dan petani yang ada di Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, saat ini terpuruk. 

Pasalnya, harga jual karet dan harga jual kelapa di wilayah dua Kecamatan tersebut sangat rendah ditingkat petani, sehingga pendapatan dengan pengeluaran sehari-hari berbeda. 

Seperti yang diungkapkan Iskandar, Warga Desa Suka Maju, kepada wartawan datatiau.com, Selasa (15/10/2019) pagi, dirinya menyebutkan, harga barang-barang naik. 

Sementara harga produksi masyarakat hasil masyarakat seperti karet, kelapa serta atap, sangat rendah, sehingga para petani menjerit, karna harga tidak stabil. 

"Semua harga jual masyarakat kepada pengepul atau agen, di bawah standar, sedangkan, untuk kebutuhan sangat tinggi sehingga, sehari-hari masyarakat berarti masih tekor," kata Iskandar. 

Masih kata Iskandar, selanjutnya kalau bisa melalui dinas terkait, bisa bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bengkalis, dalam hal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Hari ini dengan rendahnya harga jual masyarakat kepada pengepul, membuat masyarakat mau makan apa, jadi, tolong diangkat harga produk-produk masyarakat.

Jadi bisa mengimbangi harga kebutuhan pokok sehari-hari, masyarakat dengan harga jual kelapa karet, serta atap dengan harga yang bisa membantu masyarakat. 

"Contohnya seperti misalnya hari ini harga karet yang berkisar antara 6 sampai Rp7.000 perkilonya. Serta harga jual kelapa Tinggal Rp 15, perkilonya, sementara total harga harga barang pokok seperti beras, sekarang sudah di atas Rp12.000 perkilonya, untuk itu dari pihak pihak yang terkait bisa diangkat sedikit masalah masalah harga bahan-bahan dari masyarakat karena itu harus dinaikkan bisa jadi PR pemerintah melalui dinas terkait, " harap Iskandar. (ndi)

Penulis
: Riswandi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)