Pemkab Siak dan Forkompinda Gelar Rapat Antisipasi Aksi Unjuk Rasa Melibatkan Pelajar

Hermansyah
820 view
Pemkab Siak dan Forkompinda Gelar Rapat Antisipasi Aksi Unjuk Rasa Melibatkan Pelajar
Foto (istimewa) Pemkab Siak dan Forkompinda deklarasi Menolak Segala Bentuk Hoax dan Ajakan Untuk Melakukan Unjuk Rasa Dari Pihak Yang Tidak Bertanggungjawab.

SIAK, datariau.com - Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekertaris Daerah Kabupaten Siak Budhi Yuwono gelar rapat antisipasi keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa yang diadakan di Ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak, Jumat (27/9/2019) pagi.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya, Danramil Siak Sutarno, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak H Lukman, Kepala Sekolah se-Kabupaten Siak, para Camat serta Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

Rapat ini di gelar, kata Budhi Yuwono, dalam rangka menyikapi aksi unjuk rasa yang melibatkan para pelajar yang terjadi dalam dua hari terakhir. 

Aksi massa yang berunjuk rasa tersebut melampiaskan ketidakpuasan terhadap beberapa produk hukum yang akan di sahkan ataupun telah di sahkan oleh Lembaga Negara DPR RI.

"Menyikapi peristiwa yang terjadi beberapa hari belakangan ini, menjadi perhatian kita," sebut dia.

Sejauh ini, kata Budhi lagi, kalau unjuk rasa itu dijalankan dengan benar mungkin tidak ada masalah. Unjuk rasa yang beredar saat ini mengajak seluruh komponen-komponen mahasiswa dan terlebih lagi siswa pelajar yang mulai mengarah ke hal yang bertentangan dengan peraturan.

Menyikapi hal itu, lanjut Budhi, dalam pertemuan ini akan dibahas beberapa hal penting yang diantaranya bagaimana menjaga kondisi Siak yang aman dan tentram. 

"Terutama bagi anak-anak sekolah jangan sampai ikut terprovokasi terhadap hal-hal yang bertentangan dengan aturan hukum yang merugikan anak-anak kita sendiri," terangnya.

Dimana Siak dikenal dengan negeri yang aman dan masyarakatnya sangat toleransi dan demokrasi, serta menjaga keamanan dan ketertiban cukup baik. 

"Tentu ini kita pertahankan, kita juga tidak ingin terjadi kerusuhan serta hal-hal yang mencederai kehidupan berbangsa dan bernegara di tempat kita," ungkapnya. 

Hari ini, terang Budhi, kita mencoba menyamakan langkah dan persepsi, mari bersama-sama menjaga anak-anak kita, jangan sampai terprovokasi dengan hal-hal yang tidak di inginkan juga merugikan masa depan anak-anak juga kita sebagai orang tua.

Dalam pelaksanaan rapat tersebut, Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya mengatakan, bahwa saat ini banyak berkembang informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. 

Kalaupun benar, kata Doddy, sumbernya pun tidak jelas dan apa narasi kejadian sebenarnya, yang di lihat gambar kemudian tambah dengan tulisan-tulisan memprovokasi, sehingga membangkitkan emosi kita. 

Sekarang ini, lanjut Doddy, banyak ajakan-ajakan yang tidak bertanggungjawab kemudian ditujukan kepada anak-anak kita, anak sekolah khususnya SMA termasuk juga Mahasiswa. 

"Kemarin saya bertemu dengan mahasiswa Kabupaten Siak dan mereka siap membantu Pemkab Siak untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa dan mereka medeklarasikannya. 'Biar saja pak kami di bilang cemen, tidak solider, yang penting saya sebagai warga Siak mewakili organisasi mahasiswa yang ada menyatakan bahwa kami tidak akan ikut-ikutan demo'," ungkap Doddy menirukan perkataan mahasiswa itu.

Tolong sampaikan pada adek-adek pelajar SMA, sambung Doddy, dan yang masih remaja transisi, dia merasa dirinya sudah besar. Namun, belum tahu pahit getirnya hidup ini. Usia labil seperti inilah yang perlu peran serta guru dan orangtua agar dapat membentuk mental seorang anak.

"Saya berharap kepada bapak-bapak para kepala sekolah yang hadir, agar melarang anak didiknya membawa smartphone ke sekolah. Karena dari handphone bersumber informasi yang beredar. Pesan yang mengandung provokasi, tanpa mengecek kebenarannya," jelas dia.

Sehingga, jelas Kapolres Siak baru itu, bahwa pelajar dengan mudah melakukan aksi demo dengan turun kejalan. Siswa tidak tahu situasi yang sebenarnya di tempat kerusuhan tersebut, tetapi hampir semua unjuk rasa yang terjadi belakangan ini berujung anarkis.

Diakhir penghujubg acara itu, kemudian dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak H Lukman untuk bersama membacakan Deklarasi bersama berisikan Komitmen Forkopimda, seluruh elemen Tenaga Pendidik dan Komite Sekolah di Kabupaten Siak.

"Salah satunya "Menolak Segala Bentuk Hoax dan Ajakan Untuk Melakukan Unjuk Rasa Dari Pihak Yang Tidak Bertanggungjawab," pungkas Lukman.(rls/PS)

Editor
: Redaksi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)