SIAK, datariau.com - Banyaknya persoalan dan minimnya informasi perihal program pemerintah yang menjadi alasan bagi pedagang keliling di kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau bersatu membentuk sebuah komunitas.
Dimana komunitas itu diberi nama KPK, disini bukan Komisi Pemberantasan Korupsi, sama-sama disingkat dengan KPK. Tapi ini Komunitas Pedagang Keliling yang dibentuk tiga tahun lalu.
KPK Tualang memiliki ketua baru dengan pemilihan secara demokrasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, Sabtu (21/9/2019).
Dimana pembina para pedagang keliling tersebut Juprianto Ssos seorang penghulu (kepala desa) sekaligus ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kabupaten Siak yang merupakan putra asli Tualang.
"Setiap adanya persoalan, kami selalu menyelesaikan dengan cara musyawarah dan melibatkan pak Juprianto sebagai pembina kami," kata ketua KPK Tualang Yusrizal.
Ada beberapa persoalan yang kami hadapi saat ini, kata Yusrizal, ketika berkeling menjajakan dagangan seperti larangan berjualan di tempat-tempat tertentu.
Salah satu contoh larangan berjualan di di atas Jembatan SSH atau lebih dikenal Jembatan Maredan. "Larangan berjualan di atas jembatan bukan menjadi masalah buat kami, tapi pemerintah daerah dapat mencarikan solusinya. Bukan pandainya mengusir saja," tegasnya.
Bersama pembina, kata Yusrizal melanjutkan, sudah sepakat, kedepan akan melayangkan surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Siak agar areal bawah Jembatan Maredan dijadikan destinasi wisata baru bagi kecamatan Tualang.
"Kita minta Pemkab Siak membangun infrastruktur seperti akses jalan menuju ke sana," kata dia.
Selain Jembatan Maredan, ada beberapa tempat lain seperti di sekolah-sekolah dan areal Jalan Bunut depan pabrik PT Indah Kiat Perawang.
Hal senada disampaikan Hakim pedagang buah, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak semestinya jangan memikirkan wisata di kota Siak saja. Kota Perawang juga merupakan bagian dari kabupaten Siak.
"Jangan cuma mau suara Perawang aja saat pilkada, Perawang juga butuh tempat rekreasi, warga Perawang ini rata rata pekerja pabrik yang haus akan hiburan wisata," ujar Hakim bernada kesal.
Bagi pemerintah daerah, lanjut Hakim, dapat menciptakan titik-titik wisata baru di Perawang, dan menjadi pusat keramaian sehingga KPK dapat melakukan aktivitas jual beli dengan tenang, nyaman dan aman.
Sementara Pembina Komunitas Pedagang Keliling (KPK) Kecamatan Tualang Juprianto Ssos usai acara penyerahkan SK kepada ketua KPK terpilih mengatakan dalam hal ini adalah panggilan kemanusiaan antar sesama.
"Berawal dari keresahan akibat sulitnya mencari tempat yang nyaman dan aman pedagang keliling ini kita satukan. Karena pedagang keliling termasuk salah satu penggerak ekonomi suatu daerah, hal itu tentu harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah," jelas Juprianto.
Dapat dicontohkan seperti pedagang sayur. Ada banyak petani sayur yang terkendala dalam memasarkan dari hasil panen mereka.
Semisalnya, kata Juprianto, masalah jarak pasar dengan kebun, waktu dan hal lain dan sebagainya. Maka pedagang keliling inilah yang akan datang menjemput langsung hasil panen petani ke kebun. Begitu halnya dengan pedagang buah.
"Hal ini dilakukan pedagang keliling tentu karena mengambil dari kebun lebih murah daripada tempat lain," terang Juprianto usai penyerahan SK ketua KPK terpilih, Sabtu (21/9/2019).
Lanjut Juprianto, tujuan dibentuknya Komunitas Pedagang Keliling ini bagaimana menjemput program-program yang telah disediakan oleh pemerintah daerah, pusat maupun perusahaan.
"Ada beberapa program dari pemerintah yang kita usahakan masuk ke KPK. Salah satunya program Baznas yang kemarin sudah diterima KPK seperti bantuan gerobak. Kedepan kita akan jemput lagi program-program lainnya," ungkap dia.
Terkait keinginan dari KPK pemerintah Kabupaten Siak dapat menciptakan destinasi wisata baru di Tualang seperti di areal bawah Jembatan Maredan. Dimana Juprianto mendukung apa yang mejadi keinginan daru KPK.
Karena dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Siak sudah selayaknya mendapatkan perhatian dari pemerintah terkait fasilitas wisata baru. "Kita sangat mendukung hal itu," tandasnya.