Isak Tangis Keluarga di Danau Toba dan Tabur Bunga Sebagai Tanda Mengikhlaskan Kepergian Para Korban KM Sinar Bangun

Datariau.com
812 view
Isak Tangis Keluarga di Danau Toba dan Tabur Bunga Sebagai Tanda Mengikhlaskan Kepergian Para Korban KM Sinar Bangun
Ilustrasi tabur bunga oleh para keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun Foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan

SIMALUNGUN, datariau.com - Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Para keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun melaksanakan acara doa bersama dan tabur bunga sebagai tanda mengikhlaskan kepergian para korban untuk selama-lamanya.

"Sedang berlangsung acara tabur bunga dan doa bersama oleh keluarga para korban," kata Kepala Kantor SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, kepada detikcom, Selasa (3/7/2018).

Dari video yang dilihat detikcom, suasana haru menyelimuti lokasi. Para keluarga korban yang beragama Islam melaksanakan tahlilan, sementara yang Protestan dan Katolik melaksanakan kebaktian dan doa bersama dengan para pendeta.

Pendeta meminta pihak keluarga mengikhlaskan para korban yang telah kembali ke pangkuan Sang Khalik. Isak tangis keluarga pun pecah saat prosesi tabur bunga dilaksanakan di pinggiran Danau Toba.

Seorang ibu nampak menangis terbata-bata memanggil-manggil nama putranya. Dia kemudian dipapah oleh kerabatnya meninggalkan area tabur bunga. Para keluarga lain tampak berpelukan, saling menguatkan satu sama lain.

Budiawan mengatakan, dalam acara ini juga dilaksanakan proses peletakan batu pertama monumen korban KM Sinar Bangun. Nama-nama para korban akan diukir di monumen ini untuk mengenang tragedi ini.

Ditambahkan Budiawan, hari ini menjadi hari terakhir operasi SAR nasional mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6) lalu. Ada 164 orang yang masih dinyatakan hilang. 

"Hari ini operasi hari ke-16 kami tetap melakukan pencarian di permukaan air, pemantauan, apabila ada yang melaporkan info valid melihat jasad korban, juga kita tindaklanjuti," ujarnya.

Sumber
: Detik.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)