Bawa Tenaga Kerja Luar Daerah, HRD PT Truba Akui Tak Berkoordinasi Dengan Pihak Kecamatan

Hermansyah
1.136 view
Bawa Tenaga Kerja Luar Daerah, HRD PT Truba Akui Tak Berkoordinasi Dengan Pihak Kecamatan
Ilustrasi.

SIAK, datariau.com - Perihal perekrutan tenaga kerja lokal oleh PT Truba dalam melaksanakan kegiatan shutdown di PT Indah Kiat Perawang saat ini. PT Truba itu menempatkan pekerja (karyawan) asal Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Dari jumlah banyaknya tenaga kerja yang dimiliki oleh PT Truba saat ini hanya memanfaat lebih kurang 80 pekerja lokal (karyawan) tetap. Selain pekerja lokal tetap, dan telah skill asal Perawang dan ber-KTP Kabupaten Siak yang sering mengikuti job shutdown ini.

Berdiri sejak tahun 1997, PT Truba ini sudah berganti nama hingga berulang kali. Selain itu, PT Truba ini berkantorkan di pusat Jakarta dan memiliki kantor sentralnya yang terletak di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Saat ditemui dikediamannya, Ahad (23/6/2019) malam, Manager perusahaan PT Truba Didik melalui HRD PT Truba Madali mengakui, untuk tenaga kerja PT Truba ini masih memanfaatkan pekerja saat ini yang berasal dari Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

"Kita manfaatkan tenaga kerja yang ada dulu, seandainya masih kurang juga baru kita ambil tenaga kerja tambahan. Dan untuk tenaga kerja lokal sendiri berjumlah 80 orang ber-KTP Siak dari total pekerja yang ada saat ini itu lebih kurang 300 orang untuk mengikuti shutdown di Indah Kiat," kata Madali kepada awak media, Ahad (23/6/2019) malam.

Dan biasanya, lanjut Madali lagi, Supervisor yang membawa kandidat sendiri untuk menutupi kekurangan itu (pekerja).

Kemudian HRD PT Truba tersebut mengatakan, untuk pekerja yang tinggal atau menempati ruko maupun kontrakan menjadi mess tempat tinggal karyawan PT Truba saat ini itu hampir rata-rata merupakan tenaga kerja dari luar daerah bukan Kabupaten Siak.

"Oh itu, yang tinggal di ruko itu tenaga kerja dari Kerinci dan ada yang dari luar Kerinci (Provinsi Riau). Pertama yang penting itu kita ambil yang ada disini dulu yang punya skill atau yang selalu ikut setiap adanya shutdown, ada juga yang nitip satu, tiga atau lima itu nanti Supervisornya yang menilai," terang HRD PT Truba tersebut.

Selanjutnya, untuk pengajuan dari ormas-ormas itu ada sich banyak, cuma tidak semuanya diterima (terbatas) sesuai dengan kebutuhan PT Truba saat ini. Dijelaskan Madali, untuk sementara ini itu ada empat orang helper Supervisor yang merekrutnya.

"Kemarin itu mess yang ada saat ini itu ada tujuh, untuk kapasitas satu mess itu lebih kurang 40 orang pekerja dan ada juga dua rumah kontrakan kapasitasnya paling 10 orang. Jadi, jumlah pekerja untuk total keseluruhannya itu ada sekitar 250 orang pekerja dari luar yang saat ini menempati mess-mess itu pun paket dari Tell," akui HRD PT Truba Madali kepada awak media ini, Ahad (23/6/2019) malam.

Ketika disinggung perihal perekrutan tenaga kerja mengacu pada Perda Siak Nomor 11 Tahun 2001 tentang penempatan tenaga kerja lokal atau lingkungan dengan cara memberitahukan kepada pihak RT/RW/kelurahan/desa hingga kecamatan perihal lowongan kerja (Job Fair) oleh PT Truba saat ini, justru HRD PT Truba Madali mengatakan, tidak ada pemberitahuan kepada pihak kecamatan melainkan hanya menyampaikan kepada Disnaker Kabupaten Siak.

"Kalau kecamatan memang tidak ada ya, untuk Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) itu laporanya ke Disnaker koordinasinya sama yang di Kerinci," ungkap Madali.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)