Mudah Dipengaruh dengan Upah Mengiurkan, Jadi Penyebab Mahasiswa di Pekanbaru Terlibat Jaringan Narkoba

Ruslan
934 view
 Mudah Dipengaruh dengan Upah Mengiurkan, Jadi Penyebab Mahasiswa di Pekanbaru Terlibat Jaringan Narkoba
Kapolresta Pekanbaru mengaku prihatin atas terjaringnya mahasiswa yang diduga terlibat jaringan narkoba. Mereka dinilai terlalu mudah dimanfaatkan pelaku.

PEKANBARU, datariau.com - Sejak beberapa hari terakhir, polisi berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan narkoba skala besar di Pekanbaru. Mirisnya, dari pengungkapan itu, beberapa pelaku bahkan masih tergolong muda dan masih berstatus mahasiswa.

Keterlibatan mahasiswa dalam jaringan narkoba itupun turut menyita perhatian serius dari Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto. Pamen berkepala pelontos ini pun angkat bicara perihal terjerumusnya para generasi muda tersebut. Dia menilai, mahasiswa dengan gampang terjerumus sebagai pengedar atau kurir narkoba disebabkan karena mudahnya mereka dipengaruhi oleh para pelaku. 

Selain karena bujuk rayu, upah yang menggiurkan juga menjadi penyebab sejumlah oknum mahasiswa mau terjun ke dunia hitam narkoba. Penilaian itu disampaikan langsung oleh Santo ketika menggelar ekspose trio kurir narkoba senilai Rp3,6 miliar di Polsek Lima Puluh, Rabu (18/07/18). Salah satu tersangka juga masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru. 

"Fenomenanya, dalam beberapa kasus ada oknum mahasiswa terlibat (jaringan penyalahgunaan narkoba). Mereka terlibat karena mudah dimanfaatkan oleh pelaku. Bisa melalui pergaulan atau melalui medsos," gumamnya. 

Selain itu, sambungnya, upah dari berbisnis barang haram tersebut juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Dengan mengesampingkan resiko, mayoritas mahasiswa tergiur dengan uang dengan jumlah besar dari hasil menjual atau mengantarkan narkoba kepada pemesan. Uang itupun bisa didapatkan hanya dengan waktu yang singkat tanpa harus menunggu berbulan-bulan. 

Sementara itu, berdasarkan rangkuman riauterkini.com, jajaran Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap dua kasus besar penyalahgunaan narkoba yang melibatkan mahasiswa sejak sebulan terakhir. Keberhasilan itu ditorehkan oleh Polsek Senapelan dan Polsek Lima Puluh.

Polsek Senapelan membongkar jaringan pengedar narkoba bernilai Rp3,1 miliar pada tanggal 23 dan 24 Juni lalu. Dari pengungkapan itu, polisi meringkus tiga tersangka dan dua diantaranya masih mahasiswa. 

Turut diamankan pula 2 bungkus plastik sabu-sabu seberat 2 kilogram, 573 butir ekstasi merk Kenzo, 14 paket sabu-sabu berukuran kecil, satu unit timbangan digital merk Ken Master, puluhan plastik kosong pembungkus sabu, satu unit motor dan tiga unit handphone.

Selanjutnya giliran Polsek Lima Puluh yang berhasil menggulung tiga orang kurir narkoba senilai Rp3,6 miliar. Tiga kurir itu digulung berbarengan di kediaman salah satu tersangka di Jalan Rambutan V, Blok F, RT004/RW001, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (16/07/18) pukul 15.00 WIB awal pekan lalu. Satu dari tersangka bahkan masih berstatus mahasiswa. Dari ketiganya, didapatkan juga barang bukti 3.220 butir pil Happy Five, 2.700 ekstasi berlogo minion dan kodok serta tiga bungkus besar sabu-sabu seberat 3,2 kilogram.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)