Banda Aceh Raih Opini WTP Kedelapan Kali Berturut-turut

datariau.com
755 view
Banda Aceh Raih Opini WTP Kedelapan Kali Berturut-turut
Idham Sabang.
Opini WTP Kedelapan Kali diterima Walikota Banda Aceh.

BANDA ACEH, datariau.com - Pemerintah Kota Banda Aceh kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI.

Penghargaan WTP diserahkan langsung Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Aceh Maman Abdulrachman, Jumat (27/5/2016) kepada Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE dan Ketua DPRK Banda Aceh Arief Fadhillah di Gedung BPK-RI Perwakilan Aceh, Jalan P Nyak Makam, Lampineung, Banda Aceh.

WTP yang diraih Banda Aceh merupakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2015. WTP yang diterima Illiza adalah penghargaan kedelapan kali secara berturut-turut di terima Banda Aceh.

Penyerahan LHP dilakukan serentak untuk Lima Kabupaten/Kota se Aceh. Selain Banda Aceh, hadir juga Bupati Nagan Raya T Zulkarnaini, Bupati Aceh Barat DR (HC) H T Alaidinsyah, Pj Bupati Bener Meriah, Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara dan para Ketua DPRK yang juga ikut menerima LHP dari Maman Abdurrachman.

Sesuai aturan, LKPD setiap Kabupaten/Kota sebagai sebuah entitas harus menyerahkan LKPD paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir. Setelah menerima laporan, BPK mempelajari dan menurunkan tim auditor ke Kabupaten/Kota selama kurang lebih satu bulan. Baru kemudian BPK memberikan penilaian berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP/Unqualified opinion), Wajar Dengan Pengeculian (WDP/Qualified Opinion), Tidak Wajar (TW/Adverse Opinion) dan Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer Opinion).

Ketua BPK-RI Perwakilan Aceh, Maman Abdulrachman memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Banda Aceh yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk oleh BPK Pusat.

"Saya pikir WTP yang diraih Banda Aceh sangat istimewa karena di audit oleh KAP. Lembaga yang ditunjuk oleh BPK Pusat. Di Aceh, hanya Banda Aceh yang di audit oleh Kantor Akuntan Publik," ungkap Maman Abdurachman.

Kata Maman, hasil audit yang dilakukan oleh KAP hanya di review kembali oleh pihaknya. Dan juga bertanggungjawab atas LHP yang diaerahkan kepada Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BKP dengan opini WTP tersebut, Illiza yang diminta berbicara mewakili para Bupati/Walikota dari 5 entitas yang di audit BPK menyampaikan rasa syukur karena berhasil mempertahankan WTP dan menjadi WTP ke delapan kali berturut-turut untuk Banda Aceh.

Kata Illiza, sebagai sebuah entitas yang auditnya dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk langsung BPK Pusat, dirinya mengaku sebagai sebuah pengalaman baru untuk Banda Aceh. Ditambah lagi sistem pengelolaan keuangan berbasis akrual yang baru pertama diterapkan oleh pemerintahannya menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi Banda Aceh.

"Alhamdulillah meski sistemnya baru dan di audit oleh KAP yang juga pengalaman baru, kami masih bisa mempertahankan WTP," ujar IlIiza bersyukur.

Illiza berharap, BPK terus memberikan pendampingan dan bimbingan dalam hal pengelolaan keuangan sehingga bisa terus dapat mengelola keuangan dengan lebih baik untuk kemudian mampu mempertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan kepada masyarakat kota.

"Semua telah bekerja keras, dan rasa lelah itu terbayarkan dengan penghargaan WTP hari ini," ungkap Illiza.

Illiza juga mengatakan, karena memiliki system yang baik, meski dengan anggaran yang terbatas, Pemerintah Kota Banda Aceh saat ini bisa berdiri sejajar dengan kota-kota lainnya di Indonesia yang sudah lebih dulu maju.

Penulis
: Idham Sabang
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)