Sejarah Mahmud Marzuki Menyatukan Masyarakat Kampar Melalui Agama Untuk Melawan Jepang

datariau.com
2.961 view
Sejarah Mahmud Marzuki Menyatukan Masyarakat Kampar Melalui Agama Untuk Melawan Jepang

Diduga teks proklamasi itu ditempelkan oleh petugas dari Sumatera Barat yang mulai menyebarkan teks tersebut setelah menerima berita resmi dari TM Hasan dan Dr M Amin selaku anggota PPKI dari Jakarta. Mereka datang ke Bukittinggi membawa teks proklamasi tersebut.

Pada 6 September 1945, bertepatan Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan sholat Idul Fitri (lapangan tengah sawah Simpang Kubu, Air Tiris), Marzuki kala itu menyampaikan khotbah bergelora di hadapan masyarakat.

Saat menutup khotbahnya Mahmud Marzuki menyampaikan kepastian kemerdekaan yang telah dibacakan Bung Karno dan Hatta. Rakyat diminta bersedia berkorban mempertahankan kemerdekaan.

Sehingga pada Senin 11 September 1945, Marzuki mengajak seluruh masyarakat berkumpul di depan Kantor Demang Bangkinang untuk menggelar upacara kemerdekaan.

Kabar ini terdengar oleh Jepang, sehingga bala tentaranya dikerahkan di lapangan tersebut.

Di hadapan 2.000 warga Marzuki pidato mengajak agar seluruh rakyat terutama yang hadir bertekad mempertahankan Merah Putih tetap di tiangnya.

Kemudian, dua orang remaja datang ke M Marzuki menyerahkan bendera merah putih. Dengan beraninya M Marzuki membawa bendera itu di tiang. Saat akan dikibarkan hujan mengguyur deras. Sebagian warga mencari tempat berteduh.

Selaku pemimpin upacara Mahmud Marzuki tetap di tempat walau hujan deras hingga bendera naik sampai ke puncak tiang.

Belanda dan Jepang kala itu sama-sama berada di tempat. Mereka hanya terdiam menyaksikan para pemuda tersebut.

Belanda dan Jepang hadir di sana bukan untuk mengganggu pengibaran merah putih, tapi justru merasa heran melihat persatuan penduduk di bawah kepimpinan Mahmud Marzuki.

Pusara Pahlawan Nasional Mahmud Marzuki tersebut, saat ini berada tepat di depan Sekolah Muhammadiyah di Desa Kumantan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau, tak jauh dari makamnya tersebut nama beliau juga diabadikan sebagai nama jalan guna mengenang jasanya. (Diskominfo Kampar)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)