PEKANBARU, datariau.com - Beton menjadi salah satu material konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Namun, menghasilkan beton dengan kuat tekan tinggi sekaligus tetap mudah dikerjakan atau memiliki workability yang baik masih menjadi tantangan di lapangan.
Persoalan tersebut semakin terasa pada pekerjaan konstruksi dengan kondisi pembesian yang rapat, seperti pada plat lantai dan kolom. Dalam kondisi demikian, pekerja terkadang menambahkan air ke dalam campuran beton agar material lebih mudah dituang dan dipadatkan.
Penambahan air secara langsung dapat meningkatkan rasio air-semen (FAS). Kondisi ini berpotensi menurunkan mutu serta kuat tekan beton setelah mengeras.
Salah satu solusi yang dikembangkan untuk mengatasi persoalan antara workability dan kuat tekan adalah penggunaan bahan tambah kimia atau chemical admixture, khususnya jenis High-Range Water Reducing Admixture (HRWRA) atau superplasticizer.
Berdasarkan ASTM C494, bahan tambah kimia tipe F merupakan HRWRA atau superplasticizer yang dapat mengurangi kebutuhan air dalam campuran beton dengan tetap mempertahankan tingkat slump atau kelecekan beton.
Dalam penelitian ini digunakan Ganamix F yang diproduksi PT Gana Arkana Material. Bahan tambah tipe F tersebut berfungsi sebagai superplasticizer untuk mengurangi jumlah air yang diperlukan dalam campuran beton sekaligus mempertahankan tingkat workability yang tinggi.
Bahan tambah tipe F diketahui memiliki kemampuan mengurangi kebutuhan air minimal 12 persen atau lebih untuk mencapai tingkat kemudahan pengerjaan beton yang tinggi.
Namun, penggunaan superplasticizer juga memiliki batas optimal. Peningkatan dosis bahan tambah tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kuat tekan beton.
Penelitian dilakukan dengan menguji kuat tekan beton setelah benda uji menjalani masa perawatan selama 28 hari. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dan diuji menggunakan alat uji kuat tekan.
Variasi penambahan Ganamix F yang digunakan masing-masing sebesar 0,75 persen, 1,5 persen, dan 2 persen terhadap campuran beton dengan mutu rencana fc' 30 MPa.
Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh yang cukup signifikan terhadap kuat tekan beton. Pada penambahan Ganamix F sebesar 0,75 persen, kuat tekan beton meningkat hingga mencapai 66,30 MPa.
Namun, peningkatan dosis tidak kemudian menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi. Ketika dosis Ganamix F dinaikkan menjadi 1,5 persen, kuat tekan justru turun menjadi 55,17 MPa.
Penurunan kembali terjadi pada dosis 2 persen, dengan kuat tekan beton mencapai 54,32 MPa.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahan tambah kimia tipe F perlu memperhatikan dosis optimum. Penambahan superplasticizer dalam jumlah yang berlebihan tidak selalu meningkatkan kekuatan beton, bahkan dalam pengujian ini justru diikuti penurunan kuat tekan.
Temuan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya menentukan komposisi campuran beton secara tepat. Penggunaan Ganamix F pada dosis yang sesuai dapat membantu memperoleh beton dengan workability yang baik tanpa harus menambah air secara berlebihan.