DATARIAU.COM - Pada era digital saat ini, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang pendidikan. Teknologi informasi dan komukasi mengalami perkembangan dan menjadi kompleks dengan tujuan memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hariannya. Rata-rata generasi muda yang tergolong ke dalam generasi milenial familiar dengan kompleksitas teknologi yang tersedia dewasa ini.TIK memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi dan komunikasi meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyajian informasi. Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pengajaran merupakan pemberdayaan unsur kekuatan luar yang mengakibatkan munculnya sumber pembelajaran yang luar biasa. Dimana sumber belajar tersebut dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Namun demikian, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bukan dimaksudkan menyaingi guru, melainkan lebih merupakan suatu forum dalam upaya mengajarkan peserta didik dan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dalam bidang pendidikan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang di terapkan dalam bidang pendidikan adalah suatu ilmu pengetahuan dalam bidang infomasi maupun komunikasi berbasis computer yang dimanfaatkan dalam peningkatan kualitas pendidikan. Perubahan ini ternyata membawa dampak yang signifikan terhadap dunia pendidikan, siswa cenderung gemar belajar dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini dibandingkan buku ajar yang dianggap ketinggalan zaman. Proses pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan untuk membelajarkan peserta didik. Agar proses pembelajaran kondusif, tenaga pendidik diharapkan dapat menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bergairah untuk peserta didik dengan memanfaatkan semua potensi kelas yang ada.
Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa. Media pembelajaran yang digunakan sangatlah terbatas pada zaman dulu. Sebelum mengenal teknologi yang sudah canggih sekarang, dulu guru-guru hanya menggunakan papan tulis, media cetak, dan yang paling sering adalah PPT. Seiring dengan perkembangan zaman, media pembelajaran yang digunakan semakin canggih. Munculnya aplikasi- aplikasi bahkan sosial media yang dapat membantu siswa dalam belajar. Diantaranya aplikasi yang digunakan di kalangan remaja sekarang classroom, telegram, zoom, google meet, sedangkan sosial media yaitu facebook, instagram, youtube, dan tiktok.
Di masa kini, siswa lebih tertarik belajar melalui media pembelajaran yang audio visual dibandingkan belajar dengan mendengarkan ceramah secara langsung oleh guru. Dapat kita lihat anak-anak di kelas sering jenuh, merasa bosan memerhatikan gurunya mengajar. Pembelajaran yang dilakukan guru dengan ceramah adalah pendekatan pembelajaran yang lebih tradisional di mana seorang guru atau pembicara menyampaikan materi secara lisan kepada para siswa atau peserta didik dalam format yang lebih panjang dan mendalam.
Salah satu platform Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat populer adalah TikTok, yang awalnya dikenal sebagai platform hiburan singkat berbasis video. Menurut (Aji & Setiyadi, 2020; Warini, 2020) aplikasi TikTok adalah sebuah jejaring sosial dan platform video musik asal negeri Tiongkok yang diluncurkan pada awal September 2016. Tiktok adalah platform bagi destinasi video singkat yang dapat digunakan oleh siapa saja melalui ponsel. Platform video singkat ini mendapat banyak perhatian dari masyarakat karena merupakan aplikasi yang paling banyak diunduh. Berdasarkan data penelitian Fatimah Kartini Bohang (2018), menunjukkan sepanjang kuartal pertama (Q1) 2018, TikTok menjadi aplikasi paling banyak diunduh yakni 45,8 juta kali. Jumlah itu mengalahkan aplikasi popular lainnya, semacam YouTube, WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Sekitar 10 juta penggunamaktif aplikasi Tik Tok di Indonesia, mayoritas adalah anak milenial, usia sekolah, atau biasa dikenal dengan generasi Z (menurut tekno.kompas.com).
Pemanfaatan TikTok sebagai basis pembelajaran yang lebih modern adalah ide yang menarik, terutama jika dilakukan dengan bijak dan terencana. Tiktok sebagai media pembelajaran yang diharapkan mampu menumbuhkan kreatif siswa untuk tujuan pendidikan. TikTok menjadi salah satu media sosial yang marak disenangi pengguna internet di dunia. Menurut laporan We Are Social, aplikasi video pendek ini memiliki 1,09 miliar pengguna di seluruh dunia per April 2023. Tercatat, pengguna TikTok di seluruh dunia bertambah 12,6% dibandingkan pada tahun sebelumnya. Adapun Indonesia berada di peringkat kedua dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak dunia yaitu mencapai 112,97 juta pengguna. Jumlah tersebut hanya selisih 3,52 juta pengguna dari jumlah pengguna TikTok di AS. Berikut ini cara pemanfaatan TikTok dalam pembelajaran yang mutakhir:
Yang pertama, sebagai pembelajaran pendek yang menarik. Penggunaan aplikasi TikTok merupakan media untuk menunjang kreativitas seperti penyaluran hobi dan berbagai informasi melalui media sosial. TikTok memungkinkan pembuatan video pendek, sehingga cocok untuk menyanpaikan informasi secara singkat dan menarik. Video pembelajaran singkat ini dapat mengunggah pengetahuan, fakta, atau konsep-konsep penting dalam mata pelajaran.
Yang kedua, pembelajaran visual dan kreatif. TikTok berfokus pada konten visual, yang membuatnya cocok untuk mata pelajaran yang memerlukan komponen visual yang kuat, seperti ilmu pengetahuan, seni, atau matematika. Di TikTok banyak guru atau instruktur dapat membuat video pendek yang menyediakan tersedia tutorial- tutorial, maupun materi pembelajaran dengan cara yang visual dan kreatif. Ini bisa melibatkan penggunaan musik, animasi, atau efek khusus untuk membuat materi lebih menarik. Para pengajar atau ahli dalam bidang tersebut dapat berbagi pengetahuan.
Yang ketiga, tantangan pendidikan. Di TikTok kita dapat menciptakan tantangan pendidikan , di mana siswa diminta untuk berpartisipasi dengan membuat video mereka sendiri yang berkaitan dengan materi pelajaran. Ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memotivasi mereka untuk belajar. Video yang dibagikan ini sangat bermanfaat bagi orang lain.
Yang keempat, kolaborasi dengan pengajar dan ahli. TikTok memungkinkan kita berkolaborasi dengan pengajar atau ahli di bidang tertentu. Kita dapat mengundang mereka untuk berbagi pengetahuan mereka dalam video atau sesi langsung, sehingga siswa dapat belajar lansung dari sumber yang kompeten.
Yang kelima, diskusi pendidikan. Kita dapat menggunakan fitur komentar di TikTok untuk memulai diskusi tentang topik tertentu atau menjawab pertanyaan. Ini membantu siswa berinteraksi satu sama lain, bertukar ide, dan memahami perspektif yang berbeda tentang pendidikan.
Yang kelima, konten edukasi. Pendidik dan guru dapat membuat video pendek yang berisi informasi edukatif. Mereka dapat menjelaskan konsep-konsep sulit dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Ini membantu memperbaiki pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. TikTok juga dapat digunakan untuk membuat permainan pendidikan yang menguji pengetahuan siswa. Misalnya, siswa dapat diminta untuk menemukan video-video TikTok yang berhubungan dengan topik tertentu atau mencari fakta-fakta pendidikan dalam video TikTok yang sudah ada.
Dari banyaknya manfaat aplikasi TikTok bermunculan pula dampak negatif layanan berbagi video TikTok yang harus diantisipasi. Dampak negatif ini sebagian bisa dikontrol dengan mudah, namun sebagian lagi sangat sulit untuk dikendalikan, bahkan sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. Dampak negatif yang paling banyak dikeluhkan oleh para orangtua yang memiliki anak remaja dan anak-anak, adalah adanya konten pornografi dalam aplikasi TikTok. Adanya konten- konten seperti bully, kekerasan, informasi yang tidak benar berdampak pada kesehatan mental anak muda. Banyak sekali video- video yang tidak layak ditonton, karena video seperti ini seringkali ditiru oleh kalangan remaja mau pun anak-anak. Anak remaja susah untuk mengontrol dirinya dalam penggunaan TikTok ini.
Pembelajaran adalah usaha pendidik membelajarkan para peserta didik di dalam maupun di luar kelas. Mereka dibuat belajar, bukan sekadar terlihat sibuk ini dan itu. Itu adalah tugas dan fungsi utama seorang guru. Dalam hal ini, guru harus mengetahui dan melakukan apa saja yang dapat memotivasi dan menfasilitasi atau membantu para peserta didik belajar. Salah satunya dengan penggunaan suatu media pembelajaran yang sesuai, yang mendorong para peserta didik belajar lebih baik, bersemangat dan bermakna.