Kurang Efektifnya Pembelajaran dengan Metode Presentasi Kelas

Oleh: Aclin Choirin Nisa
datariau.com
1.520 view
Kurang Efektifnya Pembelajaran dengan Metode Presentasi Kelas
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Untuk dapat membantu pesertabdidik dengan maksimal dalam belajar, diperlukan metode yang tepat dalam pembelajaran. Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode presentasi. Dalam pembelajaran, definisi metode presentasi adalah metode pemaparan gagasan di depan umum oleh siswa secara individu maupun tergabung dalam kelompok. Metode ini mengharuskan siswa untuk berbicara di depan kelas mengenai topik tertentu.

Metode ini terkadang dianggap sama seperti metode ceramah interaktif. Alasannya, kedua metode tersebut sama-sama melibatkan siswa lain untuk memberikan tanggapan balik sehingga terjadi diskusi yang membangun. Namun dalam metode ceramah, pihak yang menjadi pusat adalah guru, sedangkan siswa berperan sebagai peserta yang nantinya dilibatkan secara aktif. Pada metode pembelajaran model presentasi, pusatnya adalah para siswa, sedangkan guru mengambil peran sebagai fasilitator.

Menurut sumber yang dibaca, terdapat beberapa kelebihan dari metode presentasi ini, yaitu: Pertama melatih Kemampuan Berpikir Kritis. Melalui presentasi, siswa akan dilatih untuk berpikir kritis sehingga mampu mengidentifikasi masalah dengan baik dan memilah informasi yang relevan untuk menyelesaikan hal tersebut. Kedua meningkatkan Keaktifan Siswa. Presentasi dinilai efektif sebagai metode untuk meningkatkan keaktifan siswa. Sebab, terdapat pembagian tugas yang diembankan pada mereka.

Selanjutnya, kelebihan metode presentasi adalah mengasah kemampuan berkomunikasi para siswa. Selama presentasi, siswa harus menjadi seorang pembicara yang berhadapan dengan banyak orang dalam durasi waktu yang agak panjang. Kondisi tersebut tentu membutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga pesan tersampaikan kepada para pendengar. Kemudian, Melatih Siswa untuk Mandiri. Presentasi membutuhkan persiapan untuk mengumpulkan materi, menyusun makalah, membagi tugas dalam kelompok dan membuat handout yang disebarkan ke siswa lain. Hal tersebut merupakan tugas yang menjadi tanggung jawab siswa yang menjadi penyaji materi. Kelebihan lain dari presentasi adalah membuat siswa untuk lebih banyak membaca.

Dalam mengumpulkan materi presentasi, tentu siswa harus membaca buku yang dijadikan sumber. Semakin banyak buku yang dibaca, maka presentasi yang ditampilkan akan lebih bagus. Lantas dengan segala kelebihan yang dimiliki metode presentasi, apakah pembelajaran akan dapat mencapai tujuan utama pembelajaran?

Tujuan utama pembelajaran adalah untuk mencapai pencapaian tiga aspek kompetensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran. Ketika salah satu tujuan pembelajaran tidak tercapai, artinya terdapat kesalahan dalam memilih metode pembelajaran. Metode presentasi kelas dapat menjadi metode yang sangat efektif dalam pembelajaran apalabila dilakukan dengan baik dan benar. Namun hal yang sering terjadi, siswa tidak memahami materi secara baik apabila di sampaikan dengan cara presentasi kelas. Mungkin metode ini akan sangat baik dalam meningkatkan ketrampilan siswa, tetapi tidak begitu baik untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai materi pembelajaran. Hal ini terjadi karena biasanya siswa akan kurang menghargai pemateri di depan, apabila hanya temannya sendiri. Karena sikap kurang menghargai ini siswa tidak akan fokus menyimak materi yang di sampaikan dengan baik.

Kemudian selain kurangnya sikap menghargai, dari sisi pemateri sendiri yaitu kelompok siswa yang bertugas sebagai penyaji tentunya tidak memiliki kemampuan menjelaskan sebaik guru, bahkan bisa jadi pemateri justru tidak paham dengan materi yang disampaikan. Mereka hanya membaca hasil yang dicari dari buku atau internet. Peristiwa ini dapat dikatakan seperti orang yang tidak paham diharuskan memberi pemahaman kepada siswa lain yang tidak paham pula. Selain itu, dalam mencari materi biasanya siswa kelompok penyaji akan diminta mencari materi sendiri, yang tentunya sumbernya belum tentu bisa dipercaya.

Karena siswa biasanya akan malas untuk mencari sumber terpercaya seperti jurnal, hal ini tentunya akan memberikan pemahaman yang bisa jadi salah kepada siswa lain, karena tidak terpercayanya sumber materi. Jika terjadi hal seperti ini secara terus menerus maka setiap materi pembelajaran yang di sampaikan melalui metode presentasi tidak ada yang benar-benar dimengerti siswa. Kemudian pada sesi tanya jawab, terkadang siswa bertanya hanya karena tuntutan dari guru saja. Bukan karena memang penasaran akan hal yang membingungksn dari materi yang disampaikan. Istilahnya yang penting bertanya, agar mendapatkan nilai. Sehingga seringkali pertanyaan yang keluar adalah pertanyaan diluar nalar, yang menyulitkan kelompok penyaji.

Tujuan siswa bertanya hanya sekedar yang penting mendapatkan nilai saja, ditambah jika siswa yang bertanya dibebaskan kepada siapa yang mau saja, maka yang terlatih untuk bertanya dan berpikir kritis hanya siswa-siswa yang sudah biasa untuk mengungkapkan isi pikirannya sendiri, sedangkan ada beberapa siswa yang sulit mengeluarkan isi pikirannya, akan tetap diam tidak mau bertanya, meskipun sudah di iming-imingi nilai. Jadi siswa yang kritis makin kritis dan yang diam akan makin diam. Hal ini menyebabkan tercapainya tujuan pembelajaran tidak merata. Jika hal ini terus terjadi, dapat dikatakan tujuan pembelajaran dalam meningkatkan pengetahuan tidak tercapai, dan untuk meningkatkan ketrampilan siswa tidak merata.

Oleh karena itu perlu adanya upaya-upaya dalam pelaksanaan metode presentasi ini agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Upaya tersebut yaitu: Untuk mengatatasi masalah kurang menghargainya siswa kepada teman yang presentasi ini diperlukan peran guru dalam mendisiplinkan siswa, tentunya presentasi harus diawasi agar siswa tetap fokus dan mendengarkan. Kemudian untuk mengatasi kurangnya pemahaman kelompok penyaji mengenai materi, ini sulit untuk di berikan solusi. Karena tidak mungkin kelompok penyaji belajar diluar jam kelas bersama guru. Oleh karena itu sebaiknya setelah presentasi siswa, diberi waktu pula untuk guru menjelaskan.

Hal tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan tetapi sering terlewati karena habisnya waktu pelajaran. Untuk mencegah tidak cukupnya waktu sebaiknya guru memberi batas waktu presentasi, dan batas pertanyaan saat diskusi. Sedangkan untuk mengatasi tidak terpercayanya sumber materi pembelajaran, sebaiknya materi yang disampaikan kelompok penyaji merupakan materi dari guru. Agar sumber nya sudah jelas terpercaya, dan tidak terjadi kebingungan bagi siswa pendengar, karena seringkali materi yang dicari siswa bertentangan dengan materi dari guru. Untuk mengatasi permasalah pertanyaan yang kadang diluar konteks materi, sebaiknya guru memberi pemahaman kepada siswa untuk bertanya sesuai dengan materi pembelajaran.

Kemudian untuk menyamaratakan dalam melatih berpikir kritis siswa, diperlukan sistem dalam bertanya saat presentasi. Yaitu sistem bergantian setiap bertanya, dimana setiap siswa diwajibkan untuk bertanya, hal ini akan memaksa siswa yang diam untuk berpikir kritis.

Kesimpulannya, metode presentasi kelas sebenarnya adalah metode yang sangat baik untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran. Karena seperti yang dipaparkan sebelumnya bahwa terdapat sangat banyak kelebihan dari metode ini. Tetapi penerapan yang salah menjadikan metode ini tidak efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran, oleh karena itu dalam menerapkan metode ini, diperlukan pertimbangan yang matang dan selalu di evaluasi secara berkala.

Karena biasanya suatu kelemahan metode akan terlihat pada saat pelaksanaannya. Jika ditemukan kelemahan maka harus segera dicari cara mengatasinya agar tidak mengganggu tujuan pembelajaran. Evaluasi metode pembelajaran juga sebaiknya tidak dilihat dari perspektif guru saja tetapi juga dari pendapat siswa, karena yang merasakan dan yang melaksanakan adalah siswa. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)