DATARIAU.COM - Perlu kita sadari bahwa pada saat ini kita berada pada era dimana informasi banyak tersebar luas dan membuat kita kualahan memilih dan memilah informasi , fenomena tsunami informasi pada era saat ini membuat setiap orang harus lebih selektif untuk dapat mempercayai keakuratan informasi yang beredar .
Infodemik menjadi salah satu hal yang tidak dapat membantu meringankan masalah yang timbul pada saat pandemi saat ini. Dan mirisnya infodemik yang beredar di kalangan luas bisa berdampak buruk terhadap masyarakat awam yang tanpa berfikir panjang menerima dan menelan mentah-mentah infodemik yang beredar tersebut. Kementrian Komunikasi dan Informatika yang merupakan salah satu bagian Gugus Tugas Penanganan Covid " 19 telah mencatat kurang lebih 566 kasus infodemik berupa hoaks dan informasi yang tidak benar mengenai Covid-19 di Indonesia(Covid19.go.id, per 18/4).
Infodemik yang beredar dan berdampak buruk terhadap masyarakat tersebut tentunya berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan oleh Verlyna Hitipeuw yang merupakan CEO and Principal Consultan Kirayan Partners , beliau mengatakan “ Dalam situasi pandemi, tidak ada alternatif selain berkomunikasi berdasarkan fakta karena nyawa manusia menjadi taruhannya” .Terlebih lagi kita berada di situasi pandemi virus corona yang tengah kita rasakan sekarang, ini merupakan situasi dimana setiap kita haus akan informasi, informasi mengenai hal yang berkaitan dengan kebenaran data dan informasi lain yang mengarah kepada Covid-19.
Dalam hal ini informasi yang kredibel dan akurat menjadi salah satu solusi yang menjadi kunci untuk memerangi infodemik yang ada , informasi yang disebarluaskan oleh setiap perusahaan melalui praktisipublic relations nya. Dimana pada masa pandemi saat ini masyarakat lebih sering menggunakan gadget karena diberlakukannya himbauan “dirumah saja” dan diterapkannya PSBB. Hal ini membuat praktisi public relations memutar otak untuk menyebarluaskan informasi yang layak dijadikan konsumsi oleh publik nya.
Tidak cukup hanya dengan informasi yang kredibel dan akurat, Solusi selanjutnya hendaknya seorang praktisipublic relations perlu memainkan peran berbagai media sebagai ajang untuk menyebarluaskan konten semangat optimisme dan positifisme terhadap pandemi virus corona saat ini. Dan juga memanfaatkan webinar sebagai media untuk mengajak dan menyebarluaskan pesan yang baik dan benar kepada masyarakat. Sebelum menyebarkan konten publikasi praktisi public relations dapat memperhatikan beberapa hal dalam menyampaikan pesan kepada publik, hal tersebut dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan mengedukasi.
Pada saat ini praktisi public relations tidak bisa hanya sekedar mengatur, tetapi juga dapat menyebarkan konten kepada masyarakat tentang kiat-kiat bagaimana mendeteksi dan memerangi infodemik dengan cara memperhatikan dengan benar informasi yang disampaikan dan mengetahui sumber yang jelas dari informasi yang didapatkan.
Beberapa solusi tersebut diharapkan berguna untuk memerangi infodemik dan dapat membentuk pola fikir masyarakat ke arah yang lebih positif terhadap situasi yang tengah dihadapi saat ini dibandingkan harus merasakan kepanikan akibat infodemik yang semakin merajalela dan membuat masyarakat menjadi semakin tidak nyaman dan kebingungan.(***)
Penulis : Ega Cindy Claudia Mahasiswi Public Relations UIN SUSKA RIAU