Perubahan PR di Era New Normal

Datariau.com
471 view
Perubahan PR di Era New Normal

DATARIAU.COM - Dengan munculnya Covid-19 membuat perubahan besar terhadap kehidupan manusia. Terlebih lagi dalam dunia komunikasi, yang biasanya kita berkomunikasi secara langsung, kini lebih sering memalui daring. Munculnya covid-19 membuat kita harus menjaga beberapa hal, yaitu dengan menjaga jarak, rajin mencuci tangan, memakai masker, rajin berolahraga dan menjaga pola makan. Nah, berbicara tentang komunikasi tidak terlepas dari yang namanya Public Relations. Public Relations merupakan kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan. Peran dari PR adalah menjaga reputasi dan citra perusahaan. Bagaimana PR menghadapi era new normal? Lalu apa  yang harus diperbaharui oleh seorang PR di normalitas sekarang ini?


Agung Laksamana selaku ketua umum perhumas mempunyai pendapat terkait dengan PR di era new normal. Beliau berkata bahwa sebuah cerita itu penting dalam dunia PR, artinya seseorang akan lebih tertarik apabila akan membeli sebuah brand atau produk jika cerita dari orang lain itu menarik, orang akan lebih percaya apabila membeli barang yang mahal dari cerita dan konten yang bagus. Maka dari itu cerita sangat penting. Disini juga dibutuhkan kreatifitas menulis cerita dengan bagus. Selanjutnya connections, masyarakat butuh konektivitas, butuh yang namanya bersosialisasi, informasi dan kita juga akan mengadakan pertemuan secara langsung dan online. Konten menarik juga sangat di perlukan, apalagi melihat situasi dan kondisi saat ini, terutama untuk kalangan millenial. Nah jadi bisa dikatakan bahwa konektivitas dan human interest sangat diperlukan saat ini. Pr harus jelih melihat apa yang dibutuhkan konsumen saat ini. Bisa dikatakan disini bahwa cara-cara tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para praktisi, apalagi melihat situasi dan kondisi dunia yang masih dalam pandemi covid-19.


Lalu apa yang harus diperbaharui oleh PR dalam era baru saat ini?


Dalam era new normal tentunya tidak ketinggalan yang namanya teknologi. Apakah teknologi akan menggantikan pekerjaan seorang praktisi? Tentu saja tidak, secanggih-canggignya teknologi tidak akan menggantikan pekerjaan praktisi. Karena sentuhan kemanusiaan tetap tidak tergantikan. Kata kunci yang harus dipegang adalah Adopt, Adapt dan Adept.


Adopt bisa diartikan sebagai mulai menggunakan sesuatu atau mengadopsi. Normalitas baru yang saat ini kita rasakan memaksa seorang praktisi PR mengadopsi perubahan inovasi teknologi. Maka dari itu ini merupakan sebuah peluang besar bagi para praktisi PR untuk merubah strategi. Adapt yang berarti berubah untuk situasi atau tujuan baru. Dengan adanya teknologi yang lebih maju pada saat sekarang ini menantang seorang praktisi untuk mencari solusi yang baru dan cara kerja yang baru. Adept yang memiliki arti menjadi terampil, ahli atau mahir dalam bidangnya.


Bisa ditegaskan kembali bahwa pekerjaan seorang praktisi tidak akan tergantikan oleh mesin atu pun robot sekalipun. Namun seorang praktisi harus bisa menemukan inovasi-inovasi baru agar terciptanya perubahan besar dalam dunia PR, serta dapat memajukan bidang komunikasi dan dunia bisnis. Karna perkembangan dunia indutri PR berbanding lurus dengan perkembangan ekonomi kita.(***)


Penulis: Wahyu Dwi Lestari mahasiswi UIN Suska Riau

Penulis
: Wahyu Dwi Lestari
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Tag:mahasiswa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)