Peran Penting Seorang Praktisi PR Dalam Menyampaikan Pesan dan Informasi di Era New Normal

Datariau.com
392 view
Peran Penting Seorang Praktisi PR Dalam Menyampaikan Pesan dan Informasi di Era New Normal

DATARIAU.COM - New normal adalah suatu kondisi atau situasi yang akan kembali normal. Situasi ini harus dijalankan oleh semua orang dalam menghadapi pandemic covid-19 sampai ditemukannya obat atau vaksin baru.


 Sebagaimana kita ketahui, selama pandemi ini banyak sekali aktivitas yang akhirnya hanya dapat dilakukan di rumah. Masyarakat jadi lebih aktif dalam menggunakan media digital atau daring untuk mendukung segala aktivitasnya mulai dari bekerja hingga belajar. 


Hal ini dibuktikan dengan adanya penelitian oleh Kantar bahwa terjadi 70% peningkatan penggunaan web browser dan 61% akses media social sejak adanya pandemic Covid-19.


Pada era new normal saat ini disinilah seorang praktisi PR harus bisa memahami betul perubahan perilaku maupun komunikasi masyarakat, dengan begitu seorang praktisi PR memiliki peran penting dan harus mampu menyampaikan berita positif ditengah maraknya berita negatif ataupun hoax kepada masyarakat di situasi pandemic covid-19 saat sekarang ini.


Seorang praktisi PR harus mampu menghadapi berbagai informasi yang tersebar luas serta aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat memilih dan memilah mana informasi yang benar dan layak untuk dikonsumsi. Ketika ingin menyampaikan informasi kepada msyarakat terkait pandemi Covid-19 harus lebih kreatif dan inovatif dalam menyediakan konten serta dapat memaksimalkan platform yang digunakan dan juga mengkonversi segala bentuk komunikasi menjadi going digital, live streaming, dan berbagai program virtual lainnya.


Seperti yang dikatakan oleh Pranata Humas Kementerian Perdagangan (Kemendag) Imam Suryanto, PR berperan mulai dari menyusun strategi komunikasi yang mengedepankan protokol kesehatan, menjalankan program komunikasi publik, hingga menjaga citra positif instansi/korporasi masing-masing.  Ini sejalan dengan pernyataan sejarawan Israel Yuval Noah Harari yang dikutip dari Time, “Pertahanan terbaik manusia terhadap patogen bukanlah isolasi, melainkan informasi”.


 Untuk itu penting bagi seorang PR menerapkan konsep Agile (lincah), Balance (seimbang), Collaborative (kolaborasi), Deliverable (informasi disampaikan dengan cara yang tepat), Empathy (menjunjung tinggi empati), dan juga Fair (informasi disampaikan dengan jelas, jujur dan terbuka). Dengan begitu seorang praktisi PR dapat membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta memanfaatkan media yang ada. (***)

Penulis: Listin Arnas Salamah dari Mahasiswi Riau

Penulis
: Listin Arnas
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Tag:mahasiswa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)