DATARIAU.COM - Dilansir dari RIAUPOS.CO, Sudah hampir 4 bulan lamanya pelajar di Provinsi Riau, Khususnya yang berada di Zona Merah pandemi covid-19 belajar di rumah. Metode belajar tatap muka diganti dengan dalam jaringan (daring). Dimana, para guru mengajar dari sekolah, sedangkan siswa mendapatkan materi pelajaran melalui video konferensi dengan menggunakan smartphone atau laptop ( 27 juli 2020).
Hal ini menjadi polemik baru bagi orang tua yang mana orang tua dituntut bisa mendampingi di rumah dengan kegiatan belajar dalam jaringan (daring) dengan seluruh materi pelajaran yang di berikan oleh guru. Tentu yang sangat berperan penting dalam hal ini adalah seorang Ibu karena Ibu yang selalu berada di rumah sedangkan Ayah sibuk mencari nafkah dari pagi hingga petang.
Seorang Ibu yang biasanya hanya bekerja di rumah dengan segala macam pekerjaan rumah kini ditambah dengan mendidik anaknya di rumah dikarenakan kebijakan pemerintah untuk belajar tatap muka diganti dengan dalam jaringan (daring). Ini menjadi pekerjaan baru lagi buat seorang Ibu karena selama ini banyak orang tua menyerahkan pendidikan anak itu di bangku sekolah.
Dilema ini masih tak kunjung usai, pasalnya ada juga seorang ibu hanya berpendidikan rendah dan bahkan tidak bersekolah dulunya sehingga untuk memegang gadget/smartphone saja tidak bisa dan bahkan ada juga Ibu yang tidak mengerti akan sains dan teknologi. Begitu juga dengan Ibu yang single parents yang mana Ibu tersebut memiliki sekaligus 2 peran yakni sebagai tulang punggung dan juga sekaligus ibu dan pengatur rumah tangga.
Tentunya Ibu yang singel parents ini harus bisa membagi waktu untuk mendampingi anak-anaknya dalam belajar dengan gadget/smartphone. Begitu juga dengan Ibu yang seorang wanita karir, tentu Ia akan menugaskan seorang pembantu di rumah untuk mengawasi anak-anaknya belajar dengan gadget/smartphone. Jika tugas tersebut tidak selesai berarti harus menunggu Ibu pulang dari kerja untuk diteruskan didampingi belajarnya dengan sang Ibunya.
Sesungguhnya Ibulah yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya, guru hanya sebagai mitra kerja dalam mengarahkan dan membimbing anak-anak didiknya karena Ibu banyak menghabiskan waktu dengan anak-anaknya sedangkan bila di bangku sekolah mereka hanya menghabiskan waktu selama beberapa jam saja . disinilah ibu di tuntut bisa dalam semua materi pelajaran oleh karena itu seorang ibu harus banyak lagi belajar dan menuntut ilmu lagi bagaimana bisa menjadi Idola bagi anak-anaknya yang luar bisa baik jadi koky maupun jadi seorang pendidik di rumah.
Dengan kecanggihan tekonologi ini orang tua bisa belajar melalui google maupun sekolah-sekolah online tentang parenting , disinilah kita butuh ilmu yang bisa di terapkan lagi ke anak-anaknya dalam hal mendidik anak.
Di dalam Islam yang dimintai pertanggung jawaban atas anak-anaknya adalah orang tua nya , bagaimana orang tua bisa menjadikan anak-anaknya sholeh dan sholeha , semua ini tidak luput dari peran orang tua dalam mendidik anak -anaknya.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda : ?Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik. ?(HR.Al Hakim 7679).
Wallahualam bishowab