DATARIAU.COM - Kita dihadapkan dengan situasi normal baru atau biasa disebut “The New Normal”. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.
Pandemi Covid-19 merubah seluruh tatanan masyarakat Indonesia, termasuk itu dunia bisnis. Perekonomian yang menurun menjadi tantangan di setiap perusahaan. Seperti yang disampaikan oleh Agung Laksamana selaku Ketua Umum Perhumas dalam Webinar Perhumas “Kolaborasi Corporate Communications, Marketing Communications, Dan Jurnalistik Menyiasati New Normal Lifestyle” bahwa jika pertumbuhan ekonomi turun maka akan berdampak pada PR secara otomatis, dalam situasi krisis covid seperti ini, hal ini menjadi relevan.
Mau tidak mau PR harus ikut antisipasi terhadap situasi seperti ini. “Jika PR tidak mampu mengontrol COVID, PR harus mampu mengontrol dan memanaj hal-hal yang bisa dilakukan saat ini”. tambah Agung Laksamana.
Dengan situasi seperti ini, PR dituntut untukbertransformasi dan merubah cara kerja. Memang, tidak satupun diantara kita yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Tapi, praktisi PR harus mampu mengatur atau memanaj hal-hal yang bisa dilakukan di era new normal ini.
Jeff Bezos (pendiri Amazon) pernah mengatakan, What’s Not Going to Change In The Next 10 Year? (apa yang tidak akan berubah dalam 10 tahun mendatang?).
Terkait perspektif Jeff Bezos tersebut Agung Laksamana menjelaskan bahwa untuk 10 tahun kedepan, jika kita lihat dari perspektif customer dan brand, yang customeringinkan atau ekspektasicustomer adalah Cheaper (Sale), faster. Maksudnya disini adalah konsumen menginginkan harga murah, pengiriman yang cepat di 10 tahun yang akan datang. Itu semua korporasi butuh PR.
Dari perspektif tersebut, PR harus memiliki keahlian komunikasi untuk memberikan solusi komunikasi dan Valuesterhadap konsumen. Dengan munculnya tren atau produk-produk baru, seperti property,jenis mobil baru, dan tren lain diluar sana. Dan hal itu otomatis PR mampu mengontrol itu semua di eranew normal ini, untuk menaikkan brand, launchingproduk dan untuk menjaga konsultasi dengan konsumen (customer).
Kemudian PR harus kreatif. Kreatif dalam menulis.Membuat narasi atau teks berita yang positif, konstruktif, dan inspiratif.Seperti menginformasikan berita yang positif di tengah maraknya berita negatif atau hoax pada situasi pandemi Covid-19 ini.
Menjadikan Artifical Intelligence (IE) dan Big Datasebagai peluang bukan hambatan. Banyak PR menganggap dengan adanya IE dan Big Data pekerjaan mereka akan hilang. Padahal dengan mengadopsi dua teknologi ini, akan meringankan pekerjaan profesional PR. Karena PR menjadi komponen kreatif sosial yang tidak bisa digantikan oleh mesin. PR memiliki kemampuan komunikasi dan empati yang tidak dimiliki oleh IE dan Big Data.
Menurut Arnita Puspitasari selaku PR, Event & Sustainability Development Manager di Nutrifood Pentingnya seorang PR untukAgile in New Normal (gesit dalam new normal) seperti Memberikan arahan yang jelas dari top mangementterkait perubahan strategi pada semua lini bidang di korporasi, sebab PR tidak bisa bekerja sendiri.
Kemudian Menyesuaikan kompetensi tim internal dalam berbagai bidang yang berubah signifikan seperti teknologi digital hingga peraturan pemerintah, dan meningkatkan kecepatan adaptasi program dengan kondisi target komunikasi dan pemangku kepentingan termasuk media. Sebab perubahan pandemi ini sangat cepat.
Betapa pentingnya kompetensi itu ditingkatkan untuk kemajuan suatu perusahaan, yang berperan menjadi PR bukan hanya dicorporate communicationstapi bagian promotion di area juga sebagai narasumber, sebab mereka yang dilapangan lebih dapat relevansinya dengan audiens atau masyarakat.
Kompetensi PR akan berpengaruh untuk masa depan korporasi. Maka penting untuk semua bidang di dalam korporasi untuk bekerjasama dalam memajukan perusahaan, sebab PR tidak mampu bekerja sendirian dalam menghadapai era new normalini. (***)
Penulis : Feni Evi Andini Mahasiswi Public Relations UIN SUSKA RIAU