Alfedri, Bocah Penjala Ikan Itupun Kini Menjadi Seorang Bupati

Hermansyah
782 view
Alfedri, Bocah Penjala Ikan Itupun Kini Menjadi Seorang Bupati
Drs H Alfedri MSi saat resmi dilantik menjadi Bupati Siak oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi.

SIAK, datariau.com - Hari Senin, 18 Maret 2019, pria berusia 52 tahun itu akhirnya resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Kabupaten Siak (Bupati). Saat resmi dilantik oleh 'senior'nya yang beberapa waktu lalu naik kelas terpilih menjadi Gubernur Riau.

Tak pernah terlintas dalam benak si 'kutu buku' itu bakal menjadi Bupati. Boro-boro untuk itu, jadi pamong pun tak pernah ada dalam mimpi dimasa kecilnya. 

Sebab, waktu itu yang menjadi impianya cuma menjadi tukang listrik yang kelak bisa menolong, agar rumah-rumah orang di kampungnya menjadi terang benderang. 

Karena itu, sewaktu masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), Alfedri kecil pernah menyampaikan kepada emaknya, suatu saat ingin bersekolah di STM. 

Agar keinginannya itu kesampaian, Alfedri pun tekun belajar. Ragam cara yang dia lakukan agar suasana belajar menyenangkan. Kalau belajar di rumah, dia suka menggongseng kacang biar ada cemilan. Sebab, kalau belajar, Alfedri sering hingga larut malam. 

Kalau pun lagi diberada diluar rumah, Alfedri selalu menenteng buku. Mau sedang di sawah, menjala ikan, bahkan sedang mengumpul dengan teman sebayanya buku itu tak pernah dilepasnya atau ketinggalan. 

Ridwan pendidik dia seperti itu, keras tapi terarah. Seperti kebiasaan orang melayu kampung pada umumnya, Alfedri seorang pengajian. 

Di luar itu, sejak kecil dia sudah mandiri, bisa membuat kolam sendiri, menanam sawah sendiri. Bahkan, mendayung sampan sambil menjala di sungai itupun dilakukanya sendirian. Untuk yang satu ini, benar-benar menjadi hobi Alfedri, makanya dia sempat merengek kepada ayahnya untuk dibelikan jala. 

Meski hijrah ke Pekanbaru, anak Ridwan Dailami ini, bukan masuk STM, tapi SMP Negeri 4. Kemudian SMA Negeri 1. Di Pekanbaru pun dia diboyong dan tinggal di rumah Pak Ciknya.

Disinilah cerita lain muncul. Ada getaran kecil di hati Alfedri saat menengok gadis cantik tetangga Pak Ciknya. Namanya Rasidah. 

Alfedri tak berani berbuat banyak tentang perempuan itu, selain takut pada Pak Ciknya, lelaki ini juga belum punya cukup nyali untuk menatap yang namanya perempuan. Maklum, saat itu Alfedri masih duduk dibangku kelas II SMP sedangkan Rasidah duduk dibangku kelas I SMP. 

Selepas SMA, Alfedri diterima di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), persisnya pada tahun 1985. Cikal dia bakal jadi pamong mulai kelihatan. 

Dari kemandiriannya sejak kecil makin tertempa disini. Inilah yang membikin Alfedri menjadi mahasiswa yang dapat menyelesaikan studinya dengan baik pada setiap jenjang pedidikan yang dilaluinya.

Pekanbaru TA 1985-1989. Kemudian melanjutkan S1 di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Tahun 1993-1995. Sementara S2 di Universitas Riau Pekanbaru pada Tahun 2003-2005.

Mulai sibuk dengan karir membikin Alfedri sempat terlupa dengan Rasidah. Namun, kenangan lama itu kembali bersemi disaat Alfedri ketemu kembali dengan Rasidah di Sungai Apit. 

Kala itu, Rasidah mulai menjalani karirnya sebagai guru berstatus Pegawai Negeri dan Alfedri pegawai di Kantor Kecamatan Sungai Apit. 

Pada tahun 1993, lelaki ini memberanikan diri untuk melamar Rasidah dan gayung bersambut.

Bersama Rasidah, karir lelaki ini terus melejit. Dari Pjs Kaur Kemasyarakatan Setwilcam Sungai Apit, masih ditempat yang sama jabatannya naik menjadi Kepala Seksi PMD. Selanjutnya, menjadi Sekretaris Camat Minas hingga tahun 2000.

Lebih kurang satu tahun, sejak Juni 1998, Alfedri juga pernah 'rangkap jabatan' jadi Kepala Sekolah SMA Korpri yang sekarang berubah nama jadi SMA Negeri 1 Minas. Kala itu, Alfedri ditunjuk menjadi Kepsek, karena dia salah satu pencetus berdirinya SMA pertama di Minas tersebut.

Masih di tahun yang sama, Alfedri dipercaya oleh almarhum Tengku Rafian (Bupati Siak kala itu) sebagai Kabag Pemerintahan Desa dan kemudian Kabag Penyusunan Program, masih di tahun yang sama.

Dimasa kepemimpanan Bupati Siak Arwin AS, Alfedri dipercaya sebagai Camat Minas, Camat Tualang, Kabag Keuangan dan pada tahun 2011 di angkat menjadi Kepala DPPKAD.

Tak hanya moncer menjadi pamong, Alfedri juga kemudian piawai menggawangi sederet organisasi Kepiawaiannya memimpin organisasi. Mulai dari Ketua Badan Amil Zakat kabupaten, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS, Ketua BNN Kabupaten Siak, Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Siak (TKPK), Ketua Kwartir Cabag 09 Gerakan Pramuka Siak, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Siak, hingga kemudian menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Siak.

Bersama Syamsuar, sejak tahun 2011, Alfedri semakin matang. Dua kali menjadi wakil Syamsuar di pemerintahan Kabupaten Siak, membuat lelaki ini tertempa menjadi figur baru yang matang.

Sebab, Syamsuar tidak sekadar menjadikan dia wakil, lebih dari itu, Alfedri sudah seperti seorang adik bagi Syamsuar.  

Itulah sebabnya, mereka berdua anteng maju dua periode, sejarah yang cukup langka bagi dunia politik, khususnya di Riau. 

Tapi itulah Alfedri, lelaki yang santun dan tau menghormati yang lebih tua dan layak dihormati. Loyalitasnya, tidak hanya pada cinta pertamanya, Rasidah, tapi juga pada tanggungjawab dan pengabdian pada negara dan pimpinannya. 

Loyalitas inilah yang membuat Syamsuar senang pada Alfedri. Dan mulai hari ini, tibalah giliran Alfedri dilantik oleh Gubernur Riau terpilih yakni Syamsuar, memimpin Kabupaten Siak agar menjadi daerah yang lebih cemerlang, terbilang dan gemilang.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)