DATARIAU.COM - Ada banyak jenis kanker, diantaranya ada yang kerap menyerang anak. Salah satunya jenis kanker pada anak yang perlu diketahui adalah kanker darah atau leukimia.
Pasalnya kanker darah membutuhkan penanganan yang tepat dan capat. Apabila tidak segera ditangani anak membahayakan nyawa anak.
Berikut gejala kanker darah pada anak yang telah Datariau lansir dari Liputan6.com. Gejala kanker pada anak ini pelu diketahui dan diwaspadai oleh orang tua sejak dini.
Kanker darah atau yang biasa kita kenali leukimia merupakan kodisi keganasan jumlah sel darah putih yang bertambah semakin banyak, dibandingkan dengan jumla sel darah merah. Sel darah putih yang meningkat jumlahnya tidak mampu melindungi tubuh anak dari infeksi, bahkan balik menyerang sel-sel di dalam tubuh sendiri.
Kanker darah pada anak terjadi karena mutasi atau perubahan sifat genetik pada sel darah, sehingga sel-sel ini tumbuh secara tidak terkendali. Namun,hingga saat in hal yang memicu mutasi sel penyebab kanker darah masih belum diketahui secara pasti. Dan juga biasanya kanker pada anak-anak merupakan kanker yang menyerang anak berusia di bahwah 18 tahun, termasuk bayi dalam kandungan.
Peran penting kedua orangtua selalu mewaspadai dan dan harus mengatahui beberapa gejala penyakit kanker darah atau leukimia.
Nafsu Makan Menurun dan Nyeri Perut
Gejala kanker darah pada anak yang mudah dideteksi adalah turunnya nafsu makan. Hal ini dikarenakan sel abnormal menumpuk di hati, ginjal, dan limpa.
Kondisi ini membuat organ-organ tersebut akan membengkak dan menekan organ lainnya. Kondisi inilah yang menyebabkan nyeri perut pada anak.
Wajah Terlihat Pucat
Rendahnya sel darah merah ini akan menyebabkan kadar hemoglobin dalam darah, sehingga akan membuat anak mengalami anemia dan menimbulkan gejala kanker darah pada anaks seperti pucat, lemas, dan mudah letih, bahkan juga bisa menjadi sesak nafas.
Nyeri Tulang dan Sendi
Gejala kanker darah pada anak yang nampak seperti nyeri pada tulang sendi. Hal ini terjadi karena adanya sel-sel darah putih yang menumpuk secara abnormaldi bagian tersebut.
Kesulitan Bernafas
Kanker darah pada anak juga bisa memengaruhi kelenjar timus. Kondisi ini terjadi dikarenakan letaknya di leher, maka pembengkakan pada kelenjar ini dapat menekan trakea dan membuat anak menjadi sulit bernafas.
Kesulitan bernafas ini juga dapat terjadi akibat adanya penumpukan sel-sel abnormal di pembulu darah dan paru-paru.
Kelenjar Membengkak
Sel darah putih pada anak yang menderita kanker darah sering mengumpul di kelenjar getah bening. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tersebut. Gejala yang kerap terjadi seperti adanya benjolan di leher, dada, ketiak, atau pangkal paha.
Rentan Terkena Infeksi
Penderita kanker darah membuat sel darah putih bekerja untuk melindungi tubuh dari infeksi yang jumlahnya meningkat. Namun, sel-sel ini tidak berfungsi secara normal. Hal inilah yang membuat anak rentan terhadap infeksi.
Dan juga gejala pada anak yang mengalami ini ditandai dengan demam berkepanjangan. (*)