ROKAN HILIR, datariau.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir
melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya mendorong sekolah yang ada
di Rokan Hilir untuk mengikuti program sekolah Adiwiyata tingkat
nasional. Tidak sedikit pula sekolah yang ada di Rokan Hilir sudah
mendapatkan Anugerah Adiwiyata tingkat Kabupaten, Provinsi Riau dan
Nasional.
Sebanyak 20 sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan SMK
se-Kabupaten Rokan Hilir mendapat Anugerah Adiwiyata 2018 tingkat
Kabupaten Rokan Hilir yang diserahkan langsung oleh Bupati Rokan Hilir, H
Suyatno AMp, di Batu Enam, Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Senin
(13/8/2018).

Pemberian
anugerah adalah sebuah bentuk dukungan semangat dari Pemkab Rohil agar
sekolah bisa menjaga lingkungannya. Bupati Rohil mengakui, menjaga dan
melestarikan lingkungan hidup merupakan suatu prestasi yang bukan hanya
untuk ruang lingkup Rohil, tapi juga sudah menjadi sorotan dari pihak
provinsi maupun nasional.
Baginya, soal kebersihan tidak
semata-mata berujung pada sebuah penghargaan seperti Piala Adipura.
Namun, bagi Bupati, kebersihan adalah sesuatu pola hidup yang merubah
pola pikir masyarakat. Untuk itu, 20 sekolah yang sudah berupaya
mengubah pola pikir diberikan penghargaan sebagai penyemangat atas
usaha karena telah memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penghargaan
Adiwiyata diberikan kepada sekolah-sekolah (SD, SMP, dan SMA) yang
dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang cinta dan
bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
''Semua sekolah
ukurannya evaluasi diri. Tapi utamanya adalah kebersihan, keindahan,
sanitasi, kenyamanan guru mengajar dan anak saat belajar. Bukan soal
piala yang dikejar tapi prilaku," katanya.
Bupati juga
mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, mulai dari tingkat
Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang
telah memberikan tunjuk ajar yang baik, bagaimana berkehidupan
lingkungan yang bagus dan asri, dan itu sudah dibuktikan di lapangan.
Dalam
acara itu, penghargaan juga diberikan kepada tokoh pembina adiwiyata
Rohil dan perusahaan yang telah peduli terhadap lingkungan, khususnya
sekolah adiwiyata dan program kampung iklim. Penghargaan yang diberikan
berupa sertifikat, trofi dan hadiah.
Kepala Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten Rohil, Suwandi mengatakan, khusus program adiwiyata yang
telah dimulai sejak 2014 sampai 2018, dimana Rohil telah memiliki 63
sekolah adiwiyata di semua tingkatan. Mulai dari tingkat SD sampai SMA
sederajat yang terdiri dari delapan sekolah adiwiyata nasional, 26
sekolah adiwiyata provinsi dan 29 sekolah adiwiyata kabupaten.
Pada
tahun ini, pihaknya juga telah menerima dan menilai sebanyak 20 sekolah
adiwiyata kabupaten. Sedangkan untuk provinsi juga telah mengusulkan
lima sekolah adiwiyata dan telah selesai dinilai oleh tim provinsi
beberapa bulan yang lalu.

''In
syaa Allah pada Agustus ini kita akan mengusulkan sekolah adiwiyata
tingkat nasional. Kita mempunyai 26 sekolah yang bisa kita usulkan
menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional," ujar Suwandi.
Sebanyak
20 sekolah yang menerima penghargaan adiwiyata tingkat kabupaten Rohil
yakni, MAN 1 Rohil, SMPN 3 Bangko, SMPN 4 Bangko, SDN 006 Raja Bejamu,
SDN 007 Serusa Mati, SDN 12 Tanjung Medan, SDN 006 Bagan Barat, SMAN 3
Bangko Pusako, SDN 001 Bagan Kota.
Kemudian, MTs Darul Taqwa
Sekeladi, SDN 017 Bagan Punak Meranti, SDN 028 Serusa, SDN 003 Bagan
Hulu, SMKN 1 Bangko, MTs Nurul Fikri Bangko Pusako, SDN 014 Pematang
Sikek, SDN 011 Parit Aman, SDN 005 Teluk Nayang, SMPN 5 Rimba Melintang,
dan SDN 028 Suak Temenggung Pekaitan.
Kemudian, sebanyak enam
sekolah di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mendapatkan penghargaan
Adiwiyata tingkat nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK). Kepala Dinas DLH Rohil, Suwandi SSos akan mendampingi
sekolah guna menerima penghargaan bergengsi itu dari Menteri KLHK.
Menurut
keterangan Suwandi, DLH Rohil mengajukan 12 sekolah untuk mengikuti
program sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Namun, hanya 6 sekolah yang
berhasil menyabet penghargaan sekolah Adiwiyata mandiri tersebut.
"Alhamdulillah,
dari 12 sekolah Adiwiyata yang kita usulkan untuk mengikuti lomba
sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, 6 sekolah berhasil memperoleh
sertifikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Hal itu kami ketahui dari surat
pemberitahuan hasil verifikasi administrasi dari Pusat Pelatihan
Masyarakat Dan Pengembangan Generasi Lingkungan KLH Nomor:
S.402/LATMAS/PGL/SDM.2/11/2018," kata Suwandi, Selasa (13/11/2018).

Untuk
penyerahan sertifikat, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Desember
2018 nanti di Kementerian Lingkungan Hidup. Biasanya, sekolah yang
mendapatkan sertifikat akan diundang. Untuk tahun ini, selain 6 sekolah
yang memperoleh sertifikat sekolah Adiwiyata Nasional, juga ada 5
sekolah yang memperoleh sertifikat Adiwiyata provinsi yang dimulai dari
jenjang sekolah SD, SMP dan SMU.
Adapun tujuan dari program
sekolah Adiwiyata sejak digalakan oleh pemerintah pada Tahun 2006,
dijelaskan Suwandi untuk menjadikan pendidikan yang berbasis lingkungan.
Program sekolah Adiwiyata tersebut baru diterapkan di Rokan Hilir pada
Tahun 2014.
"Penerapan program sekolah Adiwiyata sejak digalakkan
pemerintah dari tahun 2006. Hanya saja, Rokan Hilir baru menerapkan
program tersebut pada Tahun 2014 dibeberapa sekolah yang bertujuan untuk
menjadikan pendidikan yang berbasis lingkungan. Diharapkan peserta
didik dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagaimana mengelola
lingkungan disekolah yang bermuara pada pengembangan cinta lingkungan
sampai ke lingkungan rumah tempat tinggal, tingkat RT sampai tingkat
Kepenghuluan yang disebut Proklim," katanya.
Dia menargetkan,
pada tahun 2021 semua sekolah yang ada di Rokan Hilir diharapkan akan
menjadi sekolah Adiwiyata. Prestasi yang diperoleh sejak diterapkan
program sekolah Adiwiyata di Rohil dari Tahun 2014-2018 sudah memperoleh
26 sekolah Adiwiyata Nasional, 41 sekolah Adiwiyata provinsi dan 70
sekolah Adiwiyata Kabupaten. Untuk itulah Bupati Rohil mencanangkan
Kabupaten Rohil menjadi Kabupaten Adiwiyata.
"Dengan prestasi
yang diperoleh, diharapkan pada tahun 2021 semua sekolah di Rohil
menjadi sekolah Adiwiyata. Untuk itulah DLH Rohil minta bantuan Bupati
untuk mencanangkan kabupaten Rohil menjadi kabupaten Adiwiyata,"
harapnya. (adv/sam)