KPU: Salah Hitung Real Count Pilpres 2024 Terjadi di 2.325 TPS

datariau.com
765 view
KPU: Salah Hitung Real Count Pilpres 2024 Terjadi di 2.325 TPS

DATARIAU.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari mengungkap kesalahan hitung dalam real count KPU terjadi pada 2.325 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Adapun total TPS seluruh Indonesia berjumlah 823.236 TPS.

"2.325 TPS yang ditemukan kesalahan antara konversi hasil perhitungan suaranya dengan formulir yang diunggah berbeda" jelas Hasyim di Gedung KPU RI Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Menurutnya, dapat disimpulkan kesalahan pengonversian data suara yang terjadi hanya sebesar 0,64% dari 358.775 TPS yang sudah terunggah disistem Sirekap.

"itu kalau dibandingkan yang sudah diunggah 358.775 itu kurang lebih 0,64% atau dibawah 1%," ucapnya.

Hasyim juga mengakui bahwa saat ini sistem Sirekap masih memiliki kekurangan dalam mengonversi yang kurang tepat. Kondisi ini, kata dia, memang perlu dilakukan pemeriksaan ulang sesuai dengan formulir yang diunggah pada masing-masing TPS tersebut.

Hasyim juga berdalih kesalahan hitung yang membuat penggelembungan suara ke paslon tertentu tersebut, terjadi pada sistem konversi otomatis yang dimiliki aplikasi.

KPU berjanji untuk segera mengoreksi kesalahan atas konversi data dari formulir yang tidak berkesinambungan di aplikasi Sirekap.

"Kami sesungguhnya mengetahui dan tentu saja untuk yang penghitungan atau konversi dari yang formulir ke angka-angka penghitungan akan kami koreksi segera mungkin" jelasnya.

Sebelumnya, terdapat temuan penggelembungan suara yang menguntungkan paslon tertentu dalam sistem real count KPU.

Di sebuah TPS di Grobogan, Jawa Tengah misalnya, pada TPS tersebut pasangan calon (paslon) Prabowo-Gibran memperoleh lebih dari 500 ribu suara hanya dari 1 TPS. Di sebuah TPS di wilayah Lampung, dalam laporan Petugas KPPS Prabowo-Gibran meraih 102 suara, namun ditulis KPU 702 suara.

Source: bloombergtechnoz.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)