Pilkada Pekanbaru

Pasangan Independen Syahril-Said Zohrin Maju Bukan Ingin Berkuasa, Tapi Ingin Bekerja dengan Rakyat

datariau.com
3.236 view
Pasangan Independen Syahril-Said Zohrin Maju Bukan Ingin Berkuasa, Tapi Ingin Bekerja dengan Rakyat
Ist.
Syahril dan Said Zohrin saat mendaftar ke KPU.

PEKANBARU, datariau.com - Pasangan Dr H Syahril SPd MM dan H Said Zohrin SH MH pertama yang mendeklarasikan diri untuk maju sebagai bakal calon Walikota dan wakil walikota Pekanbaru 2017-2022. Mereka maju melalui jalur non partai atau independen.

Menurut tokoh masyarakat H Sanusi JS, Syahril-Zohrin telah menorehkan di tinta pencalonan walikota Pekanbaru, sebagai calon pertama, sekaligus mampu memenuhi syarat yang diamanatkan undang-undang maju melalui jalur indepen, yakni melebihi batas minimal 47.041 KTP berdasarkan aturan 7,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap Pekanbaru terakhir yang berjumlah 627.212.

Sanusi yang didaulat turut memberikan orasi di posko sahabat Syahril di Jln Ahmad Yani II menuturkan, Pekanbaru hari ini memerlukan sosok yang cerdas, arif, dan mau mendengarkan pendapat tetua, pada pasangan Syahril-Said Zohrin, hal-hal ini katanya terlihat nyata.

"Syahril adalah sosok pendidik, sudah cukup lama mendalami persoalan-persoalan pengembangan pendidikan. Syahril dan Zohrin adalah pasangan yang saling melengkapi. Kita ingin pasangan ini mampu memberikan solusi terhadap persoalan sosial masyarakat Pekanbaru," ucap Sanusi ketika diwawancarai saat tim akan diberangkatkan menuju kantor KPU kota Pekanbaru, kemarin.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dimulai dengan penyampaian pidato politik calon Wako dan wawako. Dalam statmennya, Dr Syahril mengatakan bahwa hari ini pihaknya mendeklrasikan diri, siap maju untuk mendaftar ke KPU dan siap untuk menjadi bakal calon Walikota yang dengan dukungan masyarakat kota Pekanbaru.

"Kami yakin melalui jalur independen ini bisa mengantarkan kami masuk dalam kompetisi pilwako. Kami berjanji, bahwa kami bukan ingin berkuasa, tetapi ingin menyatu dengan masyarakat. Jika nantinya kami dipercaya dengan amanah, maka atasan kami adalah masyarakat, kita ingin lebih mendengar, berdiskusi, dan menerima aspirasi, kami ingin bekerja dengan rakyat, bukan bekerja tanpa  mendengarkan," ucap Dr Syahril.

Sementara itu, Said Zohrin sebelumnya dikenal sebagai mantan Anggota DPRD kota Pekanbaru, saat ini aktif dalam organisasi laskar melayu, berdarah Rengat, dan aktif dalam pengembangan kegiatan kemasyarakatan di Pekanbaru.

Usai memberikan pidatonya, tim sahabat Syahril pun langsung beriring-iringan menuju kantor KPU kota Pekanbaru yang berada di Jalan Arifin Ahmad. Kirab budaya atau arak-arakan beragam etnis mengiringi bakal calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur perorangan untuk Pemilihan Kepala Daerah Kota  Pekanbaru Syahril dan Said Zohrin ketika menyerahkan syarat dukungan ke Komisi Pemilihan Umum setempat, Sabtu (6/8/2016).

"Masyarakat Pekanbaru itu heterogen, kita tidak memilah datangnya darimana. Mereka punya budaya masing-masing. Budaya yang merupakan pembauran itulah yang merupakan budaya Pekanbaru," kata Sayhril usai menyerahkan syarat dukungan di Kantor KPU Pekanbaru.

Diantara budaya etnis yang ikut diantaranya Budaya Melayu, Minangkabau, Jawa, dan Batak. Arak-arakan dilakukan dari Gedung Purna MTQ di Jalan Sudirman menuju Kantor KPU Pekanbaru di Jalan Arifin Achmad yang berjarak 3-5 kilometer.

Syahril dan Said Zohrin sendiri diarak dengan becak motor dan diiringi beragam atraksi budaya di belakangnya. Dari Melayu ada iringan musik kompang yakni  sejenis rebana yang menghasilkan suara semarak selain juga diiringi nyanyian musik Randai Minangkabau serta berjalannya Reog.

"Bersama kami ada kesenian randai Kuansing, reog ponorogo, semua ini murni sebagai sebuah dukungan masyarakat Pekanbaru yang berasal dari Jawa dan tari tor-tor masyarakat Pekanbaru yang berasal dari Sumatera Utara," ujarnya.

Saat musik kompang melayu bertabuh mengiringi rombongan sahabat Syahril, sampai masuk Kantor KPU Pekanbaru, atraksi lainnya berlangsung di halaman. Diantaranya ada tari-tarian Reog, Randai, dan Tor-tor yang dinikmati baik itu pendukung bakal calon, masyarakat, dan pihak keamanan Syahril mengatakan tidak ada bedanya diantara etnis-etnis itu, semua akan dirangkul. Termasuk nanti untuk meraup suara di kantong-kantong paguyuban etnis yang ada di Pekanbaru.

"Karena program kita bukan ingin jadi penguasa tapi sinergitas pemerintah yang berbasiskan masyarakat," tambahnya.

"Kami terima berkas syarat dukungan dari bakal cawako dan cawako Pilkada  Pekanbaru dari Syahril dan Said Zohrin. Ini sebagai alat verifikasi faktual di lapangan nanti," kata Ketua KPU Pekanbaru, Amiruddin Sijaya di Pekanbaru.

Dikatakannya sesuai tahapan penyerahan syarat dukungan waktunya 6-10 Agustus, bagi yang telah mendaftar pada hari pertama akan diberikan waktu perbaikan hingga hari terakhir. Syaratnya sendiri adalah sebaran kecamatan yang harus 50 persen plus 1.

"Kalau tak sampai kita diterima dulu, jika kurang dukungannya diberitahu," ujarnya. (rls)

Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)