Kelelahan Bertugas 30 Jam, Seorang Petugas Pengamanan TPS Di Rohul Wafat

Datariau.com
561 view
Kelelahan Bertugas 30 Jam, Seorang Petugas Pengamanan TPS Di Rohul Wafat
Foto : Deddy

Rokan Hulu, datariau.com - Pelaksanaan Pemilu 2019, Kembali Menelan Korban. Seorang petugas pengamanan TPS atau Linmas, Di Kabupaten Rokan Hulu,  Provinsi Riau, Rabu (24/4/2019) dini Hari Wafat di Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu, setelah kelelahan menjalankan tugas mengamankan TPS, selama 30 Jam.


Keluarga Amsar, warga Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, hanya bisa menagis dan pasrah mengiklaskan ayah dan suami tercinta berpulang menghadap sang ilahi.


Amsar wafat setelah mengalami Hipertensi dan dehidrasi akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai petugas pengamanan TPS 06 di desanya, mulai dari pukul 6 pagi tanggal 17 april hingga pukul 12 siang  tanggal 18 april.


Menurut  Ani, istri Amsar Kepada wartawan, suaminya mengeluhkan pusing dan mual sepulangnya mengantarkan logsitik Pemilu dari TPS ke Kantor Camat Ujung Batu.


Mengetahui kondisi suaminya sakit dan kelelahan, Ani kemudian menyarankan agar suaminya memeriksakan kesehatan ke klinik, namun ditolak amsar karena alasan biaya.


"Abang bilang waktu itu tak usahlah bawa berobat, pusing-pusing sedikit tak apa, palingan makan obat dan tidur sebentar hilang," ungkap Ani menirukan Perkataan Almarhum suaminya.


Selama 3 hari, dari tanggal 19 April hingga 22 April, Amsar kembali mengeluhkan Pusing dan mual pada istrinya. Namun, meski kondisi tubuhnya sakit dan lelah, amsar tetap bersikeras menjalani pekerjaan rutinnya sebagai buruh dan penyadap karet,  demi menghidupi keluarga.


"Abang itu meski kondisinya sakit dia hanya memikirkan keluarga, mesti sudah saya larang kerja, karena kondisi nya sakit, abang tetap bersikeras mau tetap kerja nyadap karet dan buruh di pasar, dia bilang kalau tak kerja mau makan apa kita, sakit-sakit sedikit abg masih bisa tahan," ujar Ani sambil menitikan air mata.  


Namun malang, di malam tanggal 23 april,  kondisi amsar semakin memburuk. ia tiba-tiba jatuh pingsan di rumahnya dan langsung dilarikan ke rumah sakit Awal Bros ujung batu untuk mendapatkan pertolongan. pada akhirnya, Tanggal 24 April sekitar pukul 1.20 WIB dini hari amsar menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit awal bros di usia 52 tahun. 


Kepergian amsar tak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga. istri amsar kini mengaku bingung, bagaiamana menghidupi 5 anaknya yang tiga diantaranya, masih duduk di bangku sekolah pasca kepergian amsar yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.


"Saya sekarang bingung, bagaiamana caranya saya bisa membesarkan 5 anak-anak saya. Apalagi 3 anak saya sekrang ini masih sekolah. taka da lagi tulang punggung keluarga kami," keluhnya sambil menagis tersedu. 


Tak hanya dirasakan keluarga, duka mendalam juga dirasakan  keluarga besar KPU kabupaten Rokan Hulu. Bahkan, komiioner KPU Rohul Cepi Abdul Husein menyatakan KPU Rohul telah mengusulkan Amsar ke KPU Riau untuk mendapatkan santunan atas jasanya dalam mensukseskan pelaksanaan pemilu di rohul. 


"Kami keluarga besar KPU Rohul berduka atas wafatnya saudara Amsar, Semoga amal saleh dan jasa beliau yang ikut mensukseskan pemilu di rohul diterima di sisi Allah SWT," kata Cepi kepada Keluarga Amsar. (ded)

Penulis
: Deddy
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)