Destinasi Wisata Skywalk Tengku Buwang Asmara di Siak

Hermansyah
825 view
Destinasi Wisata Skywalk Tengku Buwang Asmara di Siak
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi di dampingi Wakil Bupati Siak Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi di dampingi Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM resmikan Skywalk Tengku Buwang Asmara sebagai destinasi wisata baru tepian Sungai Jantan Siak, Riau, Kamis (16/2/2022).

Skywalk Tengku Buwang Asmara sendiri dapat menjadi alternatif wisata murah untuk sekadar melepas penat dari kesibukan sehari-hari. Hal ini dimana skywalk menyajikan pemandangan yang indah dan memberikan sensasi yang berbeda apalagi di malam hari.

Skywalk Tengku Buwang Asmara mulai dibangun sejak 2022 lalu dan dibangun dalam tiga tahap konstruksi sepanjang 1.076 meter yang membentang mulai dari Rumah Datuk Pesisir hingga ke destinasi wisata Tangsi Belanda, Benteng Hulu.

Pembangunan tahap pertama, konstruksinya tuntas sepanjang 274 meter. Dimana tahap ini ada beberapa konstruksi berupa kaca tempered 12 mm sepanjang 50 meter dan dapat dilintasi wisatawan diatasnya.

Kaca tempered sendiri memiliki tinggi sekitar 12 meter dari permukaan air pasang. Tentunya, keberadaan kaca itu, menjadi tantangan tersendiri di Skywalk Tengku Buwang Asmara.

Tak hanya itu, ada dancing light pada konstruksi yang menambah skywalk menjadi cantik ketika dilihat pada malam hari. Dancing light itu tentunya menjadi spot baru instagramable dengan latar belakang Istana Siak dan turap Singapura diseberang Sungai Siak.

Bupati Siak, Alfedri saat meresmikan Skywalk Tengku Buwang Asmara menilai bertambahnya infrastruktur di daerah bekas pusat Kerajaan Siak Sri Indrapura sultan kedua Tengku Buwang Asmara sama membangkitkan bantang terendam.

?Disini kampung datuk-datuk kerajaan Siak, dengan adanya Skywalk kami ibarat membangkitkan batang terendam. Karena, disini dulunya pusat kejayaan melayu Siak Sri Indrapura dengan Sultan Tengku Buang Asmara di Mempura," kata Alfedri.

"Itu 20 tahun kejayaan Siak di daerah ini,? tambah Bupati Alfedri saat meresmikan Skywalk Tengku Buwang Asmara, Kamis (16/2/2023) lalu.

Lewat pembangunan destinasi wisata baru ini, Alfedri yakin Mempura dapat bangkit dan kembali berjaya. Dimana dia juga punya cita-cita Siak sebagai 'Kota Kembar' yang nantinya pembangunan merata dari sisi Kota Istana Siak dan seberang Mempura.

"Mudah-mudahan Mempura makin maju agar menjadi kota kembar. Jadi, ini ada kawasan cagar budaya dan Siak kawasan cagar budaya tingkat nasional. Di daerah Istana Siak itu kawasan kesultanan, lalu Mempura ini kawasan datuk-datuk hingga di Tangsi Belanda kawasan kolonial," kata Alfedri.

Pembangunan Skywalk sendiri tentu telah melalui berbagai uji dan assessment dari berbagai instansi. Bahkan pembangunan destinasi wisata baru tersebut tak sampai merusak dan mengganggu cagar budaya di daerah tersebut.


"Jadi, heritage ini sudah dikaji, assessment dengan bangunan tidak ada mengganggu kawasan cagar budaya. Tidak ada makam dan peninggalan-peninggalan sejarah yang terganggu. Kita harap Istana dan Mempura ini sama-sama rata pembangunannya," kata Alfedri.

Pada eresmian tersebut, Bupati Alfedri memberi nama Skywalk Tengku Buwang Asmara. TBA adalah salah satu tokoh yang kini sedang dalam tahap pengusulan sebagai Pahlawan Nasional.

Kepala Dinas PUPR Tarukim Siak Irving Kahar pada kesempatan yang sama juga menyampaikan ingin mewujudkan kota kembar sebagaimana yang disampaikan Bupati Alfedri dan menjadi tujuan pariwisata yang maju di pesisir Sumatera.

?Ada banyak pertanyaan kenapa yang dibangun Skywalk, banyak bangunan peninggalan sejarah dari kerajaan Siak, berada di pinggir sungai. Nah, bagaimana kita dapat menjangkau dan melihat cagar budaya, maupun bangunan peninggalan kerajaan Siak dan Belanda letaknya di tepian Sungai Siak," kata Irving.

"Seperti di anjungan 1 ini ada peninggalan rumah datuk pesisir dan kebun Durian usia ratusan tahun di tanam orang tua-tua dulu,? jelas dia.

Sementara itu, dikatakan Irving, diseberang Kota Siak ada Istana, balai kerapatan, China's Tone dan di tepian Sungai Jantan untuk melihat keindahannya lebih tepat dari Mempura.

Berjalan diatas Skywalk, wisatawan bisa menikmati indahnya Istana Siak, kota Siak di malam hari. Begitu juga dengan wisata sejarah di Kampung Tengah, Mempura yang selama ini dikenal dengan Kampung para datuk-datuk.

?Nanti akan kita bangun anjungan datuk pesisir, kemudian loket tiket, dengan tiket selain membatasi tamu wisatawan yang naik ke skywalk juga untuk PAD,? kata dia.

Dia berharap, pembangunan Skywalk dibangun dengan anggaran yang besar, diharapkan peran serta masyarakat untuk mengawasi dan menjaganya. Karena, pembangunan ini memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

?Masyarakat bisa atur lahan parkir, UMKM bisa digerakan jual souvenir dan jajanan dan minuman. Kemudian kita bisa menyediakan jasa ojek atau angkutan bagi para pengunjung kesini,? harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Irving menyebutkan Skywalk dibuka untuk umum hingga bulan Ramadan. Selanjutnya, spot wisata kekinian itu kembali ditutup untuk proses finishing dan pemasangan keramik.

"Sekarang dibuka, nanti awal puasa kita tutup kembali, karena ada pemasangan keramik sampai 1 minggu jelang lebaran. Jadi, ini dibuka sampai jelang puasa bisa dinikmati, tapi nanti kita tutup sementara," ungkap Irving.

"Dancing light sekitar 58 meter dan kita berharap ada yang menjaga karena banyak sekali lampu. Tahap kedua juga nanti ada dancing light, beda bentuknya sesuai arahan pak Bupati, bakal ada juga colour grader atau cahaya berkejar-kejaran," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)