SIAK, datariau.com - Pemerintah Kecamatan Minas gelar gerak jalan santai dalam rangka turut memeriahkan HUT RI ke 74 tahun 2019 yang dilaksanakan di seputaran Danau Telago Bathin Bungsu, Kelurahan Minas Jaya.
Gerak jalan santai di ikuti lebih kurang 6000 peserta yang terdiri dari masyarakat Kecamatan Minas, Kabupaten Siak dan sekitarnya, Ahad (25/8/2019) pagi. Dihadiri langsung oleh Bupati Siak Drs H Alfedri MSi beserta Ketua TP PKK Kabupaten Siak Rasidah Alfedri.
Selain Bupati Siak beserta istri, kegiatan itu juga turut dihadir oleh Danramil Minas Kapten Inf S Sinaga bersama Kapolsek Minas Bima Naipospos, Bathin Mineh Muhammad Bungsu, Pemangku Adat Sakai Minas Mukhtar Rauf, tokoh masyarakat Samijabat (Sakai, Melayu, Minang, Jawa, Batak) Kecamatan Minas Rasman Simanjuntak, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Gerak jalan santai, merupakan rangkaian kegiatan yang di isi dengan pelaksanaan tabur benih ikan dan penanaman pohon sebagai langkah penghijauan areal seputaran danau yang baru saja diresmikan tersebut.
Dimana penamaannya secara adat dan direncanakan kedepan agar dapat dikembangkan sebagai Destinasi Pariwisata baru di Kecamatan Minas khuhusnya Kabupaten Siak. Selain Taman Hutan Raya dan Pusat Latihan Gajah.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan oleh hiburan rakyat, eksebisi gajah, undian doorprize dengan hadiah utama sepeda motor dan lemari es, serta sejumlah kegiatan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Minas Hendra Adinegara bersempenaan dengan kegiatan tersebut mengatakan, awalnya diseputaran lokasi danau ini sering terjadi kebakaran lahan dan pembalakan hutan.
Untuk mengatasi kerusakan yang telah terjadi, kata Hendra, pihaknya bekerjasama dengan masyarakat juga melibatkan pihak lain untuk menghijaukan kembali areal danau.
"Sekitar danau ini awalnya banyak perambahan hutan, bahkan kebakaran hutan tiap tahun selalu terjadi disekitar sini. Kemudian, kita ajak warga untuk menanam tanaman hutan, dan kita minta bantuan pihak lain seperti Tahura dan Unilak," sebut dia.
Alhamdulillah, ucap Hendra, kita dibantu beberapa jenis tanaman dan peralatan budidaya madu kelulut juga. Belakangan ini, kata dia, setelah kondisi areal danau mulai hijau dan beransur normal kembali. Dengan suasana yang tenang dan asri dapat dirasakan juga menginspirasinya.
Warga disekitar danau, lanjut Hendra, untuk membentuk Pokdarwis dan mengemas areal ini sebagai objek wisata baru, karena dirasakan memiliki sejumlah kelebihan.
"Potensi geografisnya dekat dengan Kota Pekanbaru, hanya berjarak sekitar setengah jam perjalanan. Suasana alamnya masih asri dan tenang," terang dia.
Kedepan, sebut Hendra, delapan pulau yang ada di Telago Bathin Bungsu ini akan dikembangkan sebagai wisata alam, agrowisata, budidaya madu, hutan konservasi, pengembangan budaya Bathin Sakai, Bumi Perkemahan, Taman Bunga dan lokasi kegiatan baik pemerintahan maupun swasta.
Selain itu, kata Hendra, di areal danau rencananya akan dikembangkan sebagai jalur bersepeda dan beberapa wahana permainan air. Sehingga dapat diharapkan kedepanya wisatawan sekitar Kecamatan Minas juga dari Pekanbaru dapat datang berkunjung dan berwisata disini.
Dikesempatan yang sama, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menyebutkan, sejalan dengan tema peringatan HUT RI ke 74 Nasional, Masyarakat Kabupaten Siak harus mampu berinovasi sebagai wujud kreatifitas dan SDM yang unggul diberbagai bidang sebagai salah satu tolak ukurnya.
"Saya bangga dengan Camat, dan masyarakat disini mampu membaca peluang untuk menjadikan Telago Bathin Bungsu ini dapat dikembangkan dengan kreatifitas dan inovasi menjadi objek wisata," kata dia.
Pemkab melalui Dinas PU dan Tarukim, kata Alfedri, akan membantu menata kawasan ini, agar objek wisata disini menjadi magnet baru di Kabupaten Siak.
Alfedri berjanji akan mensupport Pokdarwis yang sudah terbentuk dalam mengelola lokasi ini, dengan syarat kawasan hijau sekitaran danau yang berfungsi sebagai sumber air baku dan air bersih di Kecamatan Minas ini agar tetap terjaga kelestariannya.
"Kita juga bertetangga dengan Tahura dan Pusat Pelatihan gajah, kita akan upayakan kerjasama menghadirkan atraksi gajah untuk memperkuat daya tarik pariwisata danau ini," sebut dia.
Harapan kita, sebut Alfedri, wisatawan akan berbondong-bondong datang dan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Minas ini.
"Seperti objek wisata dibeberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Siak yang sudah lebih dahulu berkembang," singkat dia.
Untuk mendukung promosi, jelas Alfedri, mengajak Pemerintah Kecamatan dan masyarakat untuk menggiatkan promosi Objek Wisata Telago Bathin Bungsu ini melalui media sosial. Agar objek wisata kebanggaan warga Minas ini semakin dikenal masyarakat luas di Provinsi Riau.(rls)