Sipak Rago, Tradisi Seni Olahraga Kota Padang yang Mengagumkan Penonton

datariau.com
2.378 view
Sipak Rago, Tradisi Seni Olahraga Kota Padang yang Mengagumkan Penonton
Irwandi Rais.
Tradisi Sipak Raga.

PADANG, datariau.com - Walau pada zaman modern saat ini berbagai media komunikasi telah mempermudah kita untuk berkomunikasi, berinterksi dengan orang lain, kesemuanya itu disukai dan disenangi semua kalangan di negeri ini.

Namun di Kampuang Marapak, Kalumbuak, Kecamatan Kuranji Kota Padang tradisi  permainan seni olahraga Sipak Rago (Sepak Raga) masih eksis dimainkan para remaja. Kenyataan permainan sipak rago yang dimainkan 7 orang pemuda itu dinilai Tim Penilai Persiapan Olimpiade Permainan Tradisional Anak Nagari se-Sumbar, Selasa (9/8/2016).

Dulu, kata Wakil Walikota Ir H Emzalmi MSi mengungkapkan kembali permainan Sipak Rago dimainkan remaja, 5-10 orang di sore hari untuk mengisi waktu luang dan sebagai sarana hiburan. Pemain membentuk lingkaran di lapangan terbuka, dimana bola rago yang terbuat dari anyaman rotan dimainkan dengan kaki dan teknik-teknik tertentu, sehingga bola berpindah dari satu orang pemain kepada pemain lainnya tanpa jatuh ke tanah.

Masing-masing pemain memperlihatkan kemahirannya dalam memainkan bola supaya lama melambung dari kaki ke kaki yang lainnya. Dulu Sipak Rago juga jadi tontonan yang mengasikkan di kala sore hari, selepas Ashar. Banyak manfaat yang bisa diperoleh melalui permainan Sipak Rago ini, melalui permainan ini seseorang bisa mengenali dirinya sendiri dan potensi yang ia miliki. Seseorang bisa menyadari bahwa dia tidak hidup sendiri di dalam masyarakat. Hidup bermasyarakat seseorang harus dapat bekerjasama dengan orang lain. Jika ada permasalahan, hendaknya dimusyawarahkan dan apa solusinya yang baik untuk bersama.

Menurut H Emzalmi, di Kota Padang hingga kini masih ada 9 nagari eksis melestarikan adat dan budaya, seperti kesenian Randai, Pidato Adat, Silek dengan beragam namanya. Dan kepada ketua Tim Penilai Persiapan Olimpiade Permainan Tradisional Anak Nagari Sumbar, jangan hanya nilai baiknya saja yang dikemukakan, tetapi bagaimana memotivasi para remaja lebih getol, menyenangi dan menggandrungi lagi untuk  menghidupkan beragam seni olahraga tradisi di ranah Minangkabau ini.

Kecamatan Kuranji atau Nagari Pauh IX, sekitar 30 sasaran silek dan Randai yang masih tetap eksis dan sering tampil dalam berbagai iven. Buktinya para generasi muda itu tetap berlatih, dan ketika mereka diminta untuk tampil, tak ada kendala lagi, mereka siap seperti yang dilaksanakan di Gelanggang Medan Nan Bapaneh Kampung Marapak RT02 RW04 Kelurahan Kalumbuk, dan disaksikan langsung Tim Penilai Olimpiade Permainan Tradisional Anak Nagari Sumbar yang diketuai Hj Puti Reno Raudhah Thaib.

Sejalan dengan itu, ucap H Emzalmi, permainan tradisional Sipak Rago perlu ditumbuhkembangkan, karena permainannya jelas banyak manfaatnya, dan menyenangkan banyak orang. Dan perkembangan Padang Kota tercinta ini tidak bisa dilepaskan dari budaya dan tradisi, kesenian tradisional. Ini adalah pelestarian Adat dan Budaya alam Minangkabau di Kota Padang. Membangun lingkungan Nagari Padang berdasarkan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi  Kitabbullah. Berperan aktif membina Adat dan Budaya. Membantu pemerintah dalam masyalah Adat dan Menghimpun semua potensi Anak Nagari Padang.

Ketua Tim Penilai Persiapan Olimpiade Permainan Tradisional Anak Nagari se-Sumbar Hj Puti Reno Raudhah Thaib dan rombongan, tak menduga dan tak membayangkan sebelumnya bahwa lokasi dan setting acara sedemikian rapi. Menakjubkan, mengharukan dan menyenangkan penyambutan bersama Wakil Walikota H Emzalmi, Iswandi Muchtar Anggota DPRD Padang, Camat Kuraji Rachmadeny Dewi Putri, pemuka masyarakat, para anak gadih, remaja dan Bundo Kanduang. Ditambah lagi setelah melihat langsung permainan Sipak Rago yang dilakukan remaja Kampuang Marapak, Kalumbuak berpakaian silat warna hitam itu. Tujuh orang pemain melingkar mampu memainkan bola rotan melambung dari kaki ke kaki teman yang lainya. Sehingga bola rotan berputar-putar dengan seni teknik tendangan di sekitar temannya.

Hj Puti Reno Raudhah Thaib yang juga Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat juga  menyampaikan, bahwa bumi Ranah Minang memang kaya dengan budaya dan tradisi,  buktinya masing daerah punya tradisi yang menarik dan mengangumkan, Kota Padang punya tradisi seni olah raga Sipak Rago. Ketika dimainkan para remaja  yang membentuk lingkaran itu yakin orang yang menyaksikan pasti senang. Karena bola rotan dari seni operan tendangan ke kaki temannya rapi, terkadang seperti sudah lepas, tapi masih bisa diselamatkan dengan tendangan belakang. Maka bola rotan tersebut lama baru jatuh ke tanah. Menarik, menyanangkan, dan tak gampang memainkannya.

Penulis
: Irwandi Rais.
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)