Ini Dia Media Online Riau Pertama Diverifikasi Faktual Dewan Pers

datariau.com
2.734 view
Ini Dia Media Online Riau Pertama Diverifikasi Faktual Dewan Pers
Riauterkini.com
Tampak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Riau Terkini dan Pemimpin Umum, saat memberikan berkas kepada Ketua Bidang Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi.

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Bidang Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi mendatangi Kantor Situs Berita Online Riauterkini.com, Kamis (28/9/2017) bersama sekretaris Dewan Pers Uci dalam rangka melakukan verifikasi faktual.

Kedatangannya disambut Pemimpin Redaksi sekaligus Pemimpin Umum Riau Terkini Ahmad S Udi, Pemimpin Perusahaan Ahmad Chudori, Redaktur Pelaksana Fitri Mayani dan seluruh kru Riauterkini.com liputan Pekanbaru.

"Kami sudah lama memantau Riauterkini dan menurut kami dari namanya sudah meyakinkan. Karena itu, saya pribadi sangat senang bisa datang ke sini. Bertemu dengan teman-teman di Riauterkini," ujar Jimmy mengawali pembicaraan.


Dipaparkan Jimmy, riauterkini merupakan media online Riau pertama yang diverifikasi faktual dan pada prosesnya diharapkan bisa menjadi awal bagi Riauterkini menjadi media besar.

"Saya yakin Riauterkini bisa menjadi media besar karena personilnya cukup kredibel," ujar Jimmy setelah memeriksa dokumen jumlah karyawan yang berjumlah 24, baik karyawan redaksi maupun non redaksi.

Terlebih setelah tahu, sebanyak 11 wartawan Riauterkini.com dinyatakan kompenten setelah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dua Wartawan Utama, tiga Wartawan Madya dan enam Wartawan Muda.

Sementara dalam diskusi di sela-sela proses verifikasi, Ahmad S Udi sangat berharap verifikasi faktual menjadi solusi bagi banyaknya media online di Riau yang jumlahnya tidak terkendali.

Informasinya, media online di Riau ada lebih dari 300 situs berita. Persoalannya, beberapa bahkan bisa dikatakan kebanyakan dari situs tersebut tidak dikelola dengan profesional, tetapi selalu meminta diberi porsi sama dalam kerjasama dengan instansi pemerintah.

"Kami bukan anti kompetitor, tapi situasi yang berkembang saat ini sangat membahayakan upaya membangun pers yang profesional dan bermartabat. Karenanya, kami sangat mendukung langkah verifikasi faktual yang dilakukan Dewan Pers dan berharap nantinya bisa menghasilkan iklim bisnis media yang lebih sehat," harapnya.

Menanggapi hal itu, Jimmy memastikan bahwa Dewan Pers sudah memiliki standar baku untuk menentukan sebuah perusahaan pers dianggap layak. Dewan pers juga sudah mengetahui media-media yang masuk ranah hitam ataupun abu-abu.

"Kami pasti tidak akan meloloskan media-media kategori hitam maupun abu-abu. Kami sudah punya tanda-tandanya," tegas Jimmy.

Dalam kesempatan itu, Jimmy juga menghimbau agar instansi pemerintah tidak menjadikan media-media tidak kredibel sebagai patner informasi. Sebab, sekali media ini diberi kesempatan, maka akan terus merongrong.

"Setiap kesempatan berbicara dengan pemerintah, saya selalu ingatkan agar hanya bermitra dengan media yang kredibel," demikian saran Jimmy Silalahi.

Editor
: Riki
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)