Indahnya Lampu Colok Hiasi Malam 17 Ramadhan di Kota Perawang

datariau.com
2.693 view
Indahnya Lampu Colok Hiasi Malam 17 Ramadhan di Kota Perawang
Nailin Ummayah
Suasana malam di Kota Perawang begitu berbeda jika dibandingkan dengan malam sebelumnya.

PERAWANG, datariau.com - Suasana malam di Kota Perawang begitu berbeda jika dibandingkan dengan malam sebelumnya. Jalan yang biasanya lengang kini tumpah ruah oleh pegendara motor, pemuda, anak-anak dan masyarakat umum.

Pantauan di malam 17 Ramadhan 1438 H/ Ahad 11 Juni 2017, di kiri dan kanan jalan di Kota Perawang berjejer rapi lampu colok yang mengiringi masyarakat ke rangkaian lampu colok berbentuk masjid tepatnya di Jalan Sri Paduka RW 04 RT 07, Kota Perawang.

Lampu colok ini dibuat bertujuan untuk terus melestarikan tradisi kampung yang sejak dulu rutin dibuat dan untuk memeriahkan malam Ramadhan di kampung. Dan bertepatan dengan malam 17 Ramadhan yaitu malam Nuzulul Quran tradisi ini dibuat agar malam selalu meriah.

Sebanyak 6 titik lokasi dipasangi rangkaian lampu colok dengan aneka kreasi. Selain di Jalan Sri Paduka, rangkaian lampu colok di Jalan Hang Nadim, juga jadi perhatian masyarakat yang melintas.

Dalam pembuatan lampu colok ini dibutuhkan waktu pengerjaan dua bulan sebelum Ramadhan mulai dari mencari kayu hingga pemasangan, dan lampunya sendiri sebanyak 2000 botol.

Lampu colok ini dapat dinikmati oleh warga berkat gotong royong oleh Ikatan Pemuda Dusun Merbau khususnyaa Ikatan Pemuda Datuk Syahbandar (IPDS) dan dibantu oleh masyarakat setempat.

“Waktu persiapan untuk lampu colok ini dimulai dari pagi untuk pemasangan, sore pengisian minyak ke botol, lalu setelah magrib baru dinyalakan,” kata Piyu, selaku Ketua Pemuda IPDS, Ahad (11/6/2017).

Untuk tahun ini lampu colok tidak dilombakan, hanya berdasarkan inisiatif dari pemudanya. Piyu juga menambahkan bahwa biasanya beberapa tahun yang lalu lampu colok selalu dilombakan, namun sekarang tidak. Meskipun tidak dilombakan tetap dibuat karena ini adalah tradisi yang meski dipertahankan dan dilestarikan.

Dan dia menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga, terkhususnya bagi pemuda setempat. Lampu colok ini terlaksana berkat sumbangan dari masyarakat, karang taruna, pejabat, Pemerintah Penghulu Kampung Tualang, dan anggota dewan.

“Suasana Ramadhan di kampung lebih enak karena lebih meriah lebih terasa kebersamaannya, yang juga untuk menjalin silaturahmi antar pemuda dan masyarakat, dibanding di kota yang 'lo lo gua gua'”, tutupnya.

Penulis
: Nailin Ummayah
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)