Lecehkan Profesi Wartawan, Anshari Kadir Minta Maaf

1.859 view
Lecehkan Profesi Wartawan, Anshari Kadir Minta Maaf
Anshari Kadir saat diminta keterangan oleh wartawan usai acara. (foto: samsul bahri)
ROHIL, datariau.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Rokan Hilir akan memproses secara hukum terhadap Anshari Kadir yang merupakan Kepala Bagian Administrasi Pendidikan dan Agama Biro Kesra Propinsi Riau karena telah melecehkan profesi wartawan.

Perkataanya yang merendahkan profesi wartawan diucapkanya saat menjadi narasumber Akselerasi Unit Kerja Siswa (UKS) di Bagasiapiapi, Senin (7/12/2015) tadi yang dihadiri ratusan PNS.

Ansari yang dipercaya sebagai narasumber pada acara tersebut mengatakan bahwa wartawan pandainya hanya cuma menyorot dan mencari kesalahan orang saja, namun tak pandai menyorot diri sendiri. Ansari juga menyebut wartawan bisa selalu menjadi juara setiap perlombaan lari asal amplop dilempar lebih dahulu.

Dalam kiasan itu digambarkan bahwa wartawan identik dengan amplop, jika tidak maka kerjanya menjadi lamban. Bahkan ia sempat membela diri saat menjadi wartawan ia tak mau diberikan amplop oleh narsumber. "Saya dulu tak mau. Bukan karena isinya 50 ribu ya tapi memang saya tidak mau. Paling sekali-kalilah pas mau berangkat ke Jakarta," katanya bercerita bahwa dirinya juga mantan wartawan.

Melihat perkkataan Ashari semua hadirin tertawa seolah menghina profesi wartawan. Kondisi ini sontak membuat 3 orang wartawan yang tengah liputan di acara itu keluar.

"Wartawan di Bagan jangan ditulis ya. Masa jeruk makan jeruk," katanya sambil menyindir wartawan yang ada saat itu. Bagaimana tidak ditulis sementara pernyataan ini disampaikan di depan umum.

Usai acara, satu persatu wartawan mulai berdatangan mempertanyakan langsung kepada Anshari maksud perkataanya itu di depan umum. Anshari pun tampak sedikit pucat, tampak pula di wajahnya seperti takut dan khawatir, tubuhnya terlihat menggigil sambil berkucuran keringat, ia lalu meminta maaf kepada semua awak media yang datang menghampirinya.

"Maaf saya tak bermaksud. Saya akui khilaf demi tuhan saya minta maaf," katanya. Iapun memeluk dan mencium satu persatu wartawan yang hadir.

Ia meminta rekan wartawan tidak menaikkan berita tentang ucapannya ini. Bahkan ia mau melakukan apa saja asalkan berita itu tak naik. "Saya mau ikut kemana saja bapak ajak. Kita ini seperti anak dan ayah. Saya khilaf dan demi Allah saya minta maaf. Bisakan saya minta maaf," katanya sambil memegang dan merangkul wartawan.

Meskipun demikian, Ketua PWI Rohil Jaka Abdillah mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena perkataan yang dilontarkan itu telah menyinggung institusi pers yang ketika itu sedang melakukan peliputan di acara tersebut.

"Kalau dirinya mengaku mantan wartawan, pasti tutur katanya lebih santun dan profesional. Apalagi dirinya pejabat publik. Inilah yang sangat kita sesalkan kenapa bisa terjadi," ucapnya.

Selain itu, PWI Rohil bukan tidak menerima permintaan maaf Anshari, namun perkataannya di depan umum itu telah melukai hati para insan pers. Untuk itu PWI Rohil meminta Anshari menyatakan permohonan maaf secara pribadi ke setiap media atas klarifikasi perkataanya.

"PWI Rohil sendiri akan membicarakan proses lanjut kasus pelecehan profesi ini, apa nanti akan kita bawa ke ranah hukum," pungkasnya.

Jangan ketinggalan perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau (Disini)

(sam)

Tag:wartawan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)