Sebagian Warga Kota Padang Mulai Puasa Hari Ini

datariau.com
91 view
Sebagian Warga Kota Padang Mulai Puasa Hari Ini
Foto: detik.com
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan salat Taraweh perdana di Surau Baru, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh Kota Padang, Senin (16/2/2026) malam.

PADANG, datariau.com - Sebagian warga Kota Padang Sumatera Barat yang menganut paham Tarekat Naqsabandiyah, mulai menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1447 Hijriah hari ini Selasa (17/2/2026). Para pengikut aliran ini sudah melaksanakan salat Taraweh berjemaah mulai malam tadi.

Salah satu lokasi jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan salat Taraweh perdana adalah di Surau Baru, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh Kota Padang. Salah seorang pemimpin Naqsabandiyah Ladang, Buya Zahar menyebutkan, pelaksanaan ibadah puasa yang lebih awal dari pemerintah tersebut berdasarkan hitungan hisab dalam kitab munjid yang digunakan turun temurun oleh Naqsabandiyah.

"Sesuai perhitungan kita, malam ini mulai taraweh dan puasa besok 17 Februari 2026," katanya kepada wartawan, Senin (16/2/2026) kemarin.

Naqsabandiyah akan berpuasa selama tiga puluh hari penuh. "Kita tidak pernah melakukan ibadah puasa kurang dari tiga puluh hari. Selalu penuh," katanya.

Meski berbeda dengan sebagian besar ummat Muslim lainnya di Tanah Air, Buya Zahar mengatakan tak pernah ada gesekan dengan warga sekitar.

Pengikut Naqsabandiyah tersebar di beberapa kota di Sumatera Barat. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 2000 orang. Selain di Kota Padang, jemaah Naqsabandiyah lainnya di Sumbar yang juga melakukan ibadah puasa di hari yang sama, yaitu di Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Kota Solok.

Dengan melaksanakan puasa lebih awal, pengikut Naqsabandiyah dipastikan juga akan melaksanakan Shalat Idul Fitri lebih awal dibanding umat Islam lainnya di tanah air.

Naqsabandiyah merupakan satu dari dua Tarekat besar yang tumbuh di Ranah Minang. Selain Naqsabandiyah yang melaksanakan hari besar seperti Ramadhan lebih awal, ada juga Tarekat Sattariyah. Bedanya, Sattariyah biasanya lebih lambat dibanding pemerintah.

Sumber: detik.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)