Safari Ramadhan di Pusako, Pemkab Siak Fokus Atasi Inflasi, Miskin Ekstrim dan Stunting

Hermansyah
629 view
Safari Ramadhan di Pusako, Pemkab Siak Fokus Atasi Inflasi, Miskin Ekstrim dan Stunting
Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM mengelar Safari Ramadhan di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak menyampaikan saat ini ada tiga pekerjaan rumah yang menjadi perhatian khusus Pemkab Siak di tahun 2023-2024 ini.

Selain pembangunan infrastruktur, ada persoalan lain yang menjadi catatan pemerintah daerah, pertama persolan inflasi atau naiknya harga sejumlah bahan pokok dengan jangka waktu tertentu, kedua miskin ekstrim dan yang keketiga masalah stunting.

?Pemerintah daerah terus memastikan bahwa masyarakat masih bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Termasuk upaya harga kebutuhan pokok di pasaran menjadi normal," kata Husni Merza saat menghadiri Safari Ramadhan 1444 hijiriah, di Masjid Baitul Rahim, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Rabu (29/3/2023).

"Caranya melalui pasar murah yang akan di gelar di 14 kecamatan. Termasuk lewat program Baznas Siak menggerakkan UMKM dan para mustahik dengan bantuan modal usaha pengembangan ternak/unggas, ikan dan pertanian khususnya komoditas yang harganya naik, seperti cabe rawit, jagung, bawang dan ayam potong,? ujarnya.

Husni Merza menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Pusako agar dapat memanfaatkan lahan atau pekarangan untuk di tanam dengan komoditas yang bermanfaat, seperti cabe, ubi dan jagung.

?Bagi bapak ibu yang memiliki pekarangan luas, manfaatkan lahan tersebut dengan tanaman bermanfaat, cabe kutu (rawit) sekarang harganya tinggi. Nah ini tanam ubi, jagung dan sayur-sayuran bermanfaat," harapnya.

Wakil Bupati Siak itu menyampaikan, Pemkab Siak saat ini sedang fokus mengentaskan kemiskinan ekstrim. Apa miskin ekstrim itu, ada orang yang satu hari hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (sehari semalam) tak lebih dari 12 ribu, ini kategori masuk miskin ekstrim.

"Informasi di Pusako, berdasarkan laporan dari Camat terdapat 81 kepala keluarga kategori miskin ekstrim, ini menjadi tugas kita bersama target kita di 2024 tidak ada lagi miskin ekstrim di Kabupaten Siak,? kata dia.

Husni menyebutkan ketiga masalah stunting atau gagal tumbuh kembang anak, maka pemerintah daerah konsen dengan masalah ini.


"Anak stunting ini tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya, berat badan tak sesuai, ini akibat pada 1000 hari kelahiran gizinya tidak diperhatikan," cakap Husni.

"Kami juga minta para camat, tiga poin penting ini menjadi konsen di kecamatannya dengan melibatkan RT/RW, data mereka dan berapa jumlah mereka sesungguhnya, dan yang masuk kategori stunting dan miskin ekstrim,? ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Siak akan terus melakukan pembenahan baik itu, pembangunan infrastruktur maupun peningkatan SDM manusia Kabupaten Siak khususnya di Kecamatan Pusako.

?Kami tidak bisa memenuhi semua keinginan masyarakat di tahun yang sama, karena pemda ini di batasi dua hal pertama waktu dan kedua di batasi dengan anggaran,? ucapnya.

Untuk Kecamatan Pusako tahun ini, Pemkab Siak telah menganggarkan Rp 3 miliar ujar perbaikan jalan poros Pusako. Termasuk pembangunan drainase khususnya kampung-kampung yang rawan banjir.

?Kemarin sudah kami petakan yang rawan bencana, kampung mana saja yang rawan banjir. Jadi, kita adakan pembersihan parit dan kanal," jelas Husni.

"Kalau tak juga selesai juga kita minta bantu dengan perusahaan yang ada disini. Tahun lalu, banjir banyak terjadi di daerah Pusako dan Mempura, harapan kita kedepan tidak ada lagi masyarakat yang terkena musibah banjir,? kata dia.

Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM mengingatkan kepada masyarakat di Kecamatan Pusako, saat ini musim panas ditambah daerah Pusako memiliki lahan gambut yang luas. Untuk itu, dia meminta, agar ekosistem gambut dijaga sehingga tidak terjadi kebakaran lahan.

?Pusako inikan banyak gambutnya, saya minta warga untuk menjaga jangan sampai terbakar. Karena kalau terbakar, seperti yang kita alami tahun 2015 daerah kita dilanda kabut asap," tukas Husni.

"Akibat kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, saya mengingatkan khususnya masyarakat Pusako yang berladang dan berkebun di atas lahan gambut, ini benar-benar menjadi perhatian,? pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)