Tiga Terduga Teroris Meninggal Dunia Ditembak Densus 88

datariau.com
1.362 view
Tiga Terduga Teroris Meninggal Dunia Ditembak Densus 88
Sindonews.com
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek sebuah kontrakan di daerah Kampung Curug, RT 02 RW 01, Babakan, Setu, Tangerang Selatan.

JAKARTA, datariau.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek sebuah kontrakan di daerah Kampung Curug, RT 02 RW 01, Babakan, Setu, Tangerang Selatan. Dalam penggerebekan itu terjadi baku tembak dan diduga tiga pelaku tewas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Tim Densus 88 masih menutup akses menuju kontrakan tersebut. Diduga kuat para pelaku masih menyimpan bom di dalam kontrakan.

Salah seorang saksi yang merupakan warga sekitar, Anwarsyah menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 9.30 WIB. Namun warga sekitar tidak ada yang mengetahui identitas para pelaku tersebut.

"Tadi kejadian tembak-menembaknya sekitar jam 9.30 pagi, ada tiga orang pelaku tadi,  yang satu perempuan. Kita enggak ada yang paham sama mereka, karena kontrakan itu baru sebulan jadi," ujar Anwarsyah di lokasi, Rabu (21/12/2016).

Tiga jenazah diduga teroris pun kemudian dibawa polisi.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, penggerebekan itu diawali oleh penangkapan terduga teroris bernama Adam di Jalan Raya Serpong.

Dari penangkapan tersebut, Densus 88 berhasil mendapatkan infromasi mengenai tiga pelaku lainnya yang berada di rumah kontrakan.

"Dari keterangan Adam, didapatkan bahwa ada rekannya tiga orang di kontrakan," katanya.

Usai dapat keterangan tersebut, Densus 88 langsung menuju rumah kontrakan dan melihat ada tiga terduga pelaku teroris yang berbama Omen, Irwansyah dan Helmi.

"Sekitar pukul 09.45 WIB di Babakan, Setu, Tangsel yang memang sesuai petunjuk Adam. Dari dalam rumah kontrakan terdeteksi tiga orang," kata Rikwanto.

Awalnya Densus sudah minta pelaku untuk menyerahkan diri tapi ketiganya melakukan perlawanan dengan menyerang bom pada petugas tapi bom itu tidak berhasil meledak.

"Sudah diminta untuk menyerah. Namun ada perlawanan dari pihak teroris. Dengan salah satunya dengan melemparkan bom. Alhamdulillah bom tidak meledak dan tim densus melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan mereka," terang Rikwanto

Lantaran ada aksi perlawanan, kata dia, Densus memutuskan untuk melakukan penembakan dan akhirnya ketiganya berhasil dilumpuhkan.

"Saat rumah sudah dirasa aman tim masuk ke dalam buat cek kondisi dan ternyata ketiganya sudah meninggal dunia," pungkasnya.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, empat pelaku terduga teroris di Tangerang masih memiliki jaringan dengan teroris di Bekasi yang dipimpin simpatisan ISIS Bahrun Naim. Namun model bom yang digunakan terduga teroris di Bekasi berbeda dengan teroris di Bekasi.

Brigjen Pol Rikwanto menjelaskan, bom buatan tangan dan ukuran yang digunakan terduga teroris di Tangerang cukup besar tapi tidak rapih. Namun kekuatan dari daya ledak bom tersebut belum diketahui pasti.

"Makanya panggil Satgas bom sedang dilakukan upaya penelitian bisa diamankan atau disisposal," ujar Rikwanto di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta.

Editor
: Riki
Sumber
: Sindonews.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)