Setelah Gunakan PLTMG, Listrik di Inhu Semakin Sering Padam, Warga Merugi

datariau.com
2.599 view
Setelah Gunakan PLTMG, Listrik di Inhu Semakin Sering Padam, Warga Merugi
Foto: Internet
ILUSTRASI.

RENGAT, datariau.com - Dalam sepekan terakhir seringkali terjadi pemadaman Listrik secara mendadak di berbagai daerah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Dalam sehari, pemadaman listrik 4 hingga 7 kali, hal ini menimbulkan keresahan pelanggan dan pemikiran bahwa PLN Area Rengat Kabupaten Inhu gagal dalam pengelolaan listrik sistim Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

Menyikapi keadaan listrik yang selalu padam berulang-ulang bahkan terjadi tanpa ada pemberitahuan ataupun penjelasan secara terbuka di media oleh pihak PLN, warga selaku yang telah dirugikan dengan keadaan ini meminta kepada pihak terkait seperti PLN dan Pemerintah Kabupaten Inhu maupun Legislatif untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.

"Kondisi listrik yang selalu padam tak beraturan ini selain merugikan kami pelaku usaha yang bergantung pada PLN juga telah merugikan kami selaku masyarakat, yang mana elektronik di rumah kami ikut rusak," terang warga Nopiadi kepada datariau.com kemarin.

Tercatat, lanjutnya, dalam 1 bulan ini saja 1 televisi dan 2 komputer miliknya rusak akibat listrik yang sering padam mendadak.

"Sebelum listrik padam keadaan elektronik saya baik-baik saja. Ketika listrik menyala dan saya coba operasikan elektronik saya seperti TV sudah tidak bisa digunakan, suka restart sendiri dalam 1 menit sedangkan 2 unit komputer ada part yang rusak dan harus diganti," terangnya.

Dengan adanya kejadian pemadaman PLN secara mendadak sudah sangat merugikan secara materi, lanjutnya, belum lagi dampaknya terhadap kegiatan lain seperti kegiatan mengaji dan belajar anak-anak pada malam hari.

"Jadi kami minta DPRD Kabupaten Inhu segera memanggil pihak terkait dalam hal ini PLN Rengat dan PLN Rayon untuk dimintai penjelasan dan kepastian kapan keadaan seperti ini bisa stabil. Jika tidak mampu sebaiknya rekomendasikan saja agar pimpinan PLN-nya diganti," tegas Nopiadi.

Sementara itu, Wakil Ketua ll DPRD Inhu Adila Ansori alias Ucok saat dikonfirmasi mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan jadwalkan pemanggilan pihak PLN untuk hering.

"Memang benar beberapa pekan terakhir ini banyak warga yang melapor tentang seringnya padam PLN secara mendadak dan tidak beraturan, dalam sehari bisa 5 hingga 7 kali padam. Dengan itu, menurut kita, PLN Rengat gagal dalam pengelolaan PLN sistem PLTMG, karena tahun sebelumnya dikala PLN menggunakan BMM, pemadaman tidak separah ini, dan sejak PLN menggunakan PLTMG pemadaman hampir terjadi setiap hari. Artinya PLN gagal dalam sistem pengelolahan dengan cara PLTMG," kata Ucok.

Sementara itu, Manager PLN Area Inhu Joy Mart Sialoho kepada sejumlah wartawan dalam pertemuan yang digelar di Kantor PWI Inhu Simpang 4 Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat belum lama ini mengatakan, dua hari belakangan ini yaitu Senin (16/1/2018) dan Selasa (17/1/2018) terjadi 9 kali pemadaman yaitu 4 kali pada hari Senin dan 5 kali pada hari Selasa.

"Ada 3 kontraktor yang berkerjasama dengan PLN Area Rengat dalam memenuhi kebutuhan daya listrik di Inhu, yaitu PT Wika, PT Hutan Alam dan PT Kerta Bumi Tekhnindo (KBT). Dari ketiga Perusahaan tersebut jika seluruh mesin beroperasi maka akan ada cadangan daya sebesar 42 MW, dan ini sudah melebihi beban puncak yang hanya 30 MW. Namun demikian, dari 20 MW yang disuplai oleh PT Wika hanya terealisasi sebesar 10 MW, sedangkan dari 2 mesin yang dikontrak bersama PT Hutan Alam hanya 1 mesin yang beroperasi, sehingga terjadi kekurangan daya," terangnya.

Meski demikian, tambahnya, saat ini sedang dilakukan penormalan mesin-mesin yang sedang mengalami gangguan tersebut, sehingga diharapkan dapat memenuhi daya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Selain itu kita juga akan melakukan penyerapan terhadap 2 unit pembangkit yang ada di Seberida, dari kafasitas pembangkit 15 MW sejauh ini baru 13 MW yang sudah terealiasi," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)