Protes Keras Masyarakat Siak, Perihal Pentas Seni Raja Kecik, Syamsuar Keluarkan Rillis Resmi

Hermansyah
2.491 view
Protes Keras Masyarakat Siak, Perihal Pentas Seni Raja Kecik, Syamsuar Keluarkan Rillis Resmi
Brosur pentas seni teater Matan Pekanbaru yang menjadi kontroversial di masyarakat Siak.

SIAK, datariau.com - Brosur teater 'Benarkah Raja Kecil Lahir dari Hubungan Haram?' dikecam masyarakat Siak. Penulisan kalimat tersebut yang menggunakan tanda '?' dinilai sebagai pelecehan. 

Panggelaran panggung theater yang akan di selenggarakan di Gedung Seni Idrus Tintin Purna MTQ Pekanbaru Provinsi Riau, pada pukul 20.00 WIB, menuai kutukan keras dari masyarakat Siak. 

Penyebabnya adalah, kalimat tanya yang terletak di brosur, dengan tulisan kalimat tanya, 'Benarkah Raja Kecil Lahir dari Hubungan Haram?' Begitulah tulisan di brosur tersebut.

Menanggapi perihal brosur dengan tanda tanya itu, Ketua Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah, mengutuk keras atas dugaan pelecehan serta penghinaan atas kalimat tanya di brosur tersebut. 

"Kita mengutuk keras kalimat tanya yang ada brosur tersebut, yang diduga melecehkan dan menghina Raja Kecil. Kita minta pihak panitia, selaku penyelenggara penggelaran panggung theater untuk menghentikan kegiatan tersebut, dan segera meluruskan kalimat yang ada di brosur," ujarnya.

Lanjut Wan, meminta alasan jelas atas kalimat yang di tuliskan itu, akibat dari tulisan kalimat tanya di brosur itu, masyarakat sangat merasa terhina atas perbuatan yang dilakukan pihak penyelanggara.

Sementara itu, penyelenggara sekaligus penulis naskah Hang Kafrawi meminta maaf atas kalimat tanya yang ada di brosur, segera menarik brosur yang terlanjur diedarkan kurang lebih sekitar 15 lembar, serta mengklarifikasi maksud dari tulisan tersebut. 

"Kita minta maaf, kita tidak ada maksud tak baik terhadap Raja Kecil. Justru kita menjulang atau menghormati Raja Kecil. Dalam teater ini, kita ingin menegaskan bahwa Raja Kecil itu memang benar dan sah penurun tahta kerajaan," terang seperti dilansir dari riauterkini.com, Jum'at (1/12/2017).

Hal ini membuat orang nomor satu di Siak, segera mengeluarkan pernyataan resminya. Seperti yang tertulis dalam akun facebook resmi Syamsuar, Jumat (01/11/2017), sebagai berikut:

PENTING: Pernyataan Terbuka Bupati Siak atas Kontroversi Pementasan Teater Matan.

_______________________________________

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Syukur Alhamdulillah hanya kepada Allah SWT, Sholawat dan Salam tersanjungkan kepada baginda Rasulullah SAW.

Pagi ini saya mencermati isu dan diskusi netizen yang bertebaran di Media Sosial, khususnya terkait Judul Pementasan Raja Kecik oleh teater Matan Pekanbaru, yang digawangi saudara Hang Kafrawi dan kawan-kawan.

Beberapa waktu lalu, perwakilan Teater Matan Pekanbaru datang kepada kami, membawa ide pementasan Raja Kecik, Sultan pertama Kerajaan Siak yang tentunya sangat kita hormati dan cintai. 

Pada waktu itu, alur cerita yang ditonjolkan dan juga disampaikan pada saya, katanya bertujuan untuk mengingatkan kisah heroik Raja Kecik, tentang bagaimana susah payah perjuangan beliau mendirikan dan membesarkan Kesultanan Siak, hingga menjadi warisan berbilang zaman untuk generasi yang akan datang. Warisan yang juga kita nikmati sampai hari ini. Sehingga saat itu saya memutuskan untuk memberikan dukungan bagi pementasan tersebut, agar anak-anak muda kita paham kepahlawanan Raja Kecik.

Dalam penyusunan alur cerita dan penyajian, perwakilan pihak teater telah saya ingatkan agar berhati-hati membawakan diri, mengingat tokoh ini merupakan tokoh legenda yang amat dihormati di tengah masyarakat melayu. Tidak hanya di Siak dan Riau saja, tapi beberapa kalangan masyarakat dari Pulau Jawa, bahkan Negeri Malaysia, datang secara khusus ke Siak hanya untuk menziarahi makam beliau karena kesalihan beliau semasa hidupnya.

Namun dalam dua hari ini, dari informasi sosial media yang saya terima, pihak teater Matan ternyata memilih strategi mengejutkan dalam mengiklankan iven pementasan tersebut. Iklan yang cenderung provokatif tersebut mengejutkan masyarakat Siak dan Riau, termasuk saya sendiri selaku kepala daerah. 

Saat ini saya juga mengalami kondisi psikologi yang sama persis dengan masyarakat dalam menyikapi peristiwa ini. Untuk itu izinkanlah saya memberikan pernyataan sebagai berikut :

1. Menyesalkan praktek periklanan dengan bahasa yang cenderung provokatif, berpotensi menyakiti perasaan masyarakat, serta tidak

sesuai norma berlaku, serta melenceng dari alur kesejarahan.

2. Mencabut segala bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pementasan teater tersebut.

3. Mendesak klarifikasi terbuka dan permintaan maaf dari pihak Teater Matan, kepada seluruh masyarakat Riau pada umumnya dan terkhusus kepada masyarakat Siak, serta melakukan upaya untuk menjernihkan persoalan ini segera.

4. Mengajak masyarakat tetap tenang, sembari menunggu respon pihak Teater Matan dalam menyikapi reaksi masyarakat ini.

Demikian saya sampaikan, semoga jadi pembelajaran bagi kita semua yang mencintai negeri ini. Kepada Allah SWT kita berserah diri. Semoga kita di Negeri Siak dan Riau senantiasa diberikan rahmat dan keberkahan, serta dilindungi dari segala macam musibah.  

Terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Riauterkini.com/Datariau.com/rls
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)