Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Wamena Papua, 13 Meninggal Dunia, Ini Kronologis Kecelakaan..

datariau.com
1.292 view
Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Wamena Papua, 13 Meninggal Dunia, Ini Kronologis Kecelakaan..
Merdeka.com
Kondisi tempat pesawat jatuh.

JAKARTA, datariau.com - Pesawat TNI Angkatan Udara (AU) jenis Hercules type C-130 HS dengan nomor pesawat A-1334 jatuh di sekitar Wamena dalam sebuah misi perjalanan dari Timika ke Wamena, pagi tadi, Ahad (18/12/2016).

Kadispen TNI AU Marsma Jemi Tri Sonjaya membeberkan kronologis pesawat tersebut dari berangkat hingga mengalami lost contact. Berikut kronologisnya menurut Marsma Jemi Tri Sonjaya.

1. Pesawat berangkat dari Timika-Wamena, ATD 05.35 WIT, rencana tiba 06.13 WIT,
2. Sebelum landing Contacts Tower wamena terakhir Pukul 06.02 WIT
3. Pada menit 06.08 WIT, sudah lapor pesawat akan Landing
4. Pada menit 06.09 WIT, pesawat lost contact
5. Mohon doanya dari rekan-rekan media, sedang kita kumpulkan data-datanya.

Sebelumnya, pesawat yang dipiloti Mayor Pnb Marlon A Kawer itu sebelum landing melakukan contacts tower Wamena terakhir pukul 06.02 WIT. Bahkan pada 06.08 WIT, Tower inside melihat secara manual pesawat akan landing.

Tetapi pada menit 06.09 WIT, pesawat lost contacts. Informasi dari Satgas di Wamena pesawat menabrak Gunung Tugima. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang. Pesawat membawa 13 crew pesawat.

Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto membenarkan informasi tersebut. Jenderal TNI bintang dua ini juga membenarkan pesawat tersebut jatuh.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (AU) Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja menyatakan, 13 kru korban meninggal dunia kecelakaan pesawat Hercules TNI yang jatuh di Wamena sudah ditemukan.

"13, 13-nya sudah ditemukan dan sekarang sudah berada di Wamena," katanya dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menurutnya, pesawat tersebut mengangkut sembako dan itu adalah tugas resmi. "Resmi (pemprov Papua) minta diangkut pesawat TNI AU, dalam rangka membantu pembangunan dan itu permintaan Pemprov Papua," katanya.

Dia juga membantah pesawat tersebut merupakan pesawat hasil hibah. Menurutnya, pesawat tersebut dimiliki AU hasil dari membeli bukan hibah. "Pesawat yang kita beli, yang hibah adalah sebelumnya," pungkasnya.

Editor
: Riki
Sumber
: Merdeka.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)