Jembatan Samsan Bengkalis Amruk Dikaitkan dengan Makhluk Halus, bikin Kementerian PU Riau Emosi

datariau.com
3.002 view
Jembatan Samsan Bengkalis Amruk Dikaitkan dengan Makhluk Halus, bikin Kementerian PU Riau Emosi

PINGGIR, datariau.com - Ambruknya badan Jembatan Sam sam pada Jum'at (18/2/2017) sekira pukul 10.30 WIB yang tengah dikerjakan secara berkala oleh PT Indra Sejati KSO melalui Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) hasil evaluasi sejak tahun 2015 diklaim pihak Satuan kerja (Satker) Wilayah II, Kementrian Pekerjaan Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Riau sebagai kelalaian kerja oleh pihak kontraktor dan seluruh kerugiannya ditanggung sendiri oleh kontraktor.

Hal tersebut diungkapkan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Wilayah II, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Riau, Dino saat langsung mengunjungi kondisi jembatan yang lantai dasarnya mulai mengalami keretakan, Sabtu (19/2/2017).

"Sejak pemberitaan semalam, kami tidak bisa tidur memikirkan kondisi jembatan ini. Perlu kami luruskan, sebenarnya jembatan ini dalam tahap perbaikan lempengan lantai, namun karena kelalaian kontraktor, sehingga jembatan ini ambruk. Tapi untung ambruknya sekarang dari pada setelah diperbaiki nanti. Yang penting negara tidak dirugikan," jelasnya.

Namun sayang, dalam kunjungan Satker Wilayah II, Kementrian PU Propinsi Riau tersebut, sempat terjadi perdebatan sengit antara kepala dusun (Dusun) Batang Kedumpa, Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Tani Aleh yang juga pentolan Sakai dengan Kepala Satker Wilayah II, Kementrian PU Propinsi Riau, Rivan yang mereka anggap telah melecehkan budaya dan adat Sakai.

Saat Kadus Tani Aleh mengatakan sebelum pekerjaan dimulai baiknya harus dilakukan penyemahan, namun langsung dibantah tegas oleh Rivan bahwa ambruknya jembatan ini murni musibah, tidak ada kaitan ghaib.

"Ini murni musibah, saya hanya percaya kepada Allah. Tak ada itu istilah semah. Jika perlu, jembatan ini akan saya kencingi sekaligus makhluk halusnya. Kalau perlu minta biaya semahnya sama wartawan," ujarnya dengan nada tinggi dan emosi.

Mendengar pernyataan Kepala Satker Wilayah II, Kementrian PU Propinsi Riau, Rivan tersebut, Kadus Tani Aleh pun tak kalah emosi hingga sempat mendekati Rivan, namun sejumlah pihak melerai aksi itu hingga Tani Aleh pun berlalu sembari menyatakan bahasa tidak akan bertanggung jawab jika terjadi kejadian apapun dalam pengerjaan proyek tersebut.

Akibat ambruknya jembatan yang dibangun sejak tahun 2005 tersebut, arus lalu lintas tampak sedikit terhambat dengan sistem buka tutup jalan, dikarenakan hanya satu jembatan lama yang dipergunakan dan kondisinya pun tidak stabil. Sewaktu waktu juga bisa akibat banyaknya kendaraan bertonase berat yang melintas.

Editor
: Adi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)