Honor Janda Petugas Kebersihan Puskesmas Rakit Kulim Dipotong, Ini Kata Kepala UPT

datariau.com
3.139 view
Honor Janda Petugas Kebersihan Puskesmas Rakit Kulim Dipotong, Ini Kata Kepala UPT
Sri Linda Wati.

RENGAT, datariau.com - Memprihatinkan, seorang janda bernama Bainar yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Puskesmas Rakit Kulim Inhu mengaku honornya dipotong dan telah dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Indragiri Hulu.

Terkait hal ini, Sri Linda Wati, selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rakit Kulim saat dikonfirmasi datariau.com mengaku tidak bisa memberikan jawaban karena bukan kapasitas dia menjelaskan persoalan pemotongan honor itu.

"Status Bainar sebagai tenaga harian lepas bagian kebersihan di Puskesmas Rakit Kulim gaji atau honor resmi bayarkan, kala itu saya sebagai KTU. Pantauan saya selama sebagai KTU, beliau hanya buka puskesmas pagi dan tutup puskesmas sore, itu saja yang dikerjakan oleh beliau. Seharusnya kalau dia pegawai, masuk sesuai jam kantor, karena kita ambil kebijakan dan miliki hati nurani, maka kita tidak lakukan itu, yakni masuk sesuai jam kantor," terang Sri Linda Wati saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (13/3/2018).

"Diwaktu SK-nya beliau sudah keluar, kita suruh masuk sesuai jam kantor seperti pegawai atau staf lainnya, beliau bilang tidak bisa masuk, saya nakik (Deres,red), saya bisanya hanya buka dan tutup kantor, ada rekaman pada saya atas pengakuan ibu Bainar," terang Sri Linda Wati.

"Dari mulainya SK beliau dari tahun 2016 sampai tahun 2017 untuk mengenai gaji atau honor bukan kapitas saya untuk menjawabnya," terangnya lagi.

Saat ditanya siapa yang bisa menjawab mengenai gaji atau honor Bainar, dia minta tanyakan saja langsung kepada Fatmawati SKM, karena dia saat itu Kepala Puskesmas Rakit Kulim.

"Karena itu adalah kebijakan kepala puskesmas, maka bukan kapitas saya menjawabnya," sebutnya lagi.

"Sebetulnya beliau sudah pernah mau dikeluarkan oleh kepala Puskesmas bu Fatmawati, lalu saya pertahankan dengan alasan beliau sudah janda dan kasihan," lanjutnya.

Kemudian ada informasi bahwa Bainar ini takut kepada KTU, dijelaskan Sri Linda bahwa memang Bainar takut karena tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

"Dan sejak saya diangkat sebagai kepala puskesmas, saya tegaskan, kalau ibu tidak lagi sanggup kerja silahkan saja mundur, dan baru 1 minggu atau 10 hari ini lah beliau berkerja seperti karyawan atau staf lainnya. Sementara sejak bulan Januari gaji atau honor beliau kita bayarkan full, dan kalau kita mau kita kan bisa saja, tapi kita tidak kayak gitu. Untuk mengenai adanya pemotongan gaji atau honor, bukan kapitas atau kewenangan saya untuk menjawab," ulangnya.

Sementara itu, Fatmawati SKM saat dikonfirmasi melalui selulernya belum bisa, karena saat mengetahui sambungan telepon dari wartawan, langsung terputus.

"Maaf pak suaranya nggak jelas, bapak dari mana?" dijawab ini dari wartawan ingin konfirmasi terkait adanya pemotongan gaji atau honor petugas kebersihan puskesmas Rakit Kulim, sambungan Fatmawati SKM langsung dimatikan.

Diulang kembali menghubungi langsung tidak aktif. Hingga berita ini dimuat belum dapat konfirmasi resmi dari mantan UPT Puskesmas Rakit Kulim, Fatmawati SKM.

Terpisah, Kuasa Hukum Bainar, Budi Wiranata SH menyerahkan kepada dinas terkait melakukan pemeriksaan dan Inspektorat melakukan audit terlebih dahulu.

"Setelah kita mengetahui hasil dari pemeriksaan dan audit baru nanti kita pelajari dimana titik-titik kesalahan. Setelah itu kita buat laporan resmi ke Bupati Inhu meminta untuk memberikan sanksi terhadap petugas yang telah melakukan pemotongan honor ibu Bainar," tegasnya.

"Setelah mendapat hasil pemeriksaan dan audit dari instansi terkait hal ini juga akan kita laporkan ke pihak kepolisian, sebagaimana saran Kasat Tipikor Polres Inhu," paparnya.

"Kalau kita cermati perkara kasus pemotongan honor atau gaji ibu Bainar ini bisa masuk dua versi, yang dimaksud dua versi bisa dikatakan korupsi dan bisa juga dikatakan penggelapan. Maka kita tunggu saja dulu hasil pemeriksaan dan audit. Intinya kasus pemotongan honor atau gaji petugas kebersihan Puskesmas Rakit Kulim tetap kita lanjutkan dan tidak ada kata negosiasi atau damai," tegas Budi.

Ditambahkan Budi, selain terjadi pemotongan gaji atau honor petugas kebersihan yang terjadi kepada Bainar yang seorang janda, diduga juga terjadi pemotongan pada bidan-bidan yang bertugas di Kecamatan Rakit Kulim.

Penulis
: Heri
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)