Terkait Pasien Gigitan Anjing Liar, Ini Kata Kepala Puskesmas Perawang dr H Armen...

Hermansyah
2.867 view
Terkait Pasien Gigitan Anjing Liar, Ini Kata Kepala Puskesmas Perawang dr H Armen...
Screenshot

SIAK, datariau.com - Satu bulan setelah terkena gigitan anjing liar salah seorang warga di Kampung Pinang Sebatang Timur, Tualang, Siak, menghembuskan nafas terakhir, Jumat (26/9/2025).

Dimana peristiwa serangan anjing liar itu, terjadi pada Jumat (29/8/2025), beberapa waktu lalu.

Sebelumnya NW (17), menceritakan kejadian awal terhadap ayahnya SW (43), saat tiba di Puskesmas Perawang seperti penangganan hingga dilakukan suntikan anti virus (VAR), sebanyak dua kali.

Menurut keterangan perawat atau program GHPR Puskesmas Perawang Ruliana S di dampingi perawat lainnya membenarkan telah melakukan penanganan pembersihan hingga jahitan tangan akibat gigitan anjing liar tersebut.

Dikatakan dia, sebelum dilakukan suntikan kepada pasien tentunya SOP yang dilaksanakan dengan cara observasi terlebih dulu.

"Saya lakukan observasi terlebih dulu terhadap pasien, baru dilakukan suntikan. Sementara kita ingin melakukan suntikan tersebut pada hari ke empat dan mereka (pasien) tidak datang," jelas Rusliana.

"Selain observasi terhadap pasien, juga dilakukan observasi terhadap hewannya. Untuk indikasi terjangkitnya virus baru kelihatan 30 hari bahkan 3 bulan kedepan," ujarnya.

Dijelaskannya, dimana pada tanggal 21 September 2025 lalu, akan dilakukan penyuntikan ketiga, saat itu pasien tidak datang. Sementara akan dilakukan sebanyak 4 tahap.


"Secara bertahap atau berjenjang pada 7 hari pertama dan seterusnya. Kasus gigitan anjing liar sudah terjadi sebanyak 23 kasus," jelasnya, Senin (29/9/2025).

Sementara Kepala Puskesmas Perawang dr H Armen menambahkan sebelumnya telah dilakukan penyuntikan vaksin terhadap pasien tersebut.

"Pasiennya sudah di vaksin 2 kali di Puskesmas Perawang. Itupun susah kami mengajak pasien untuk di vaksin," kata dr H Armen.

"Karena pada pemeriksaan dokter ada penyakit lain, maka di rujuk ke RS Arifin Ahmad dengan diagnosa tambahan penyakit tetanus," jelasnya.

"Dan di Puskesmas hanya ada VAR. Kalau kasus lanjut pemberian SAR yang hanya ada di RS," ujarnya.

Disampaikan dr Armen, dimana meninggalnya sudah satu bulan dan telah ditangani pihak RS Arifin Ahmad.

"Pak tanggal 29 Agustus pasien digigit anjing dan sudah dirujuk ke rumah sakit, tanggal 26 September meningal. Kalau dilihat diagnosa rujukan dokter UGD nya ada penyakit hipertensi dan tetanus," ungkapnya.

Dikatakan dr H Armen, sebelumnya telah melakukan investigasi terhadap petugas jaga di UGD.

"Kalau saya investigasi petugas jaga UGD, pasiennya yang tak mau atau susah datang ke Puskesmas untuk di vaksin," sebutnya.

"Dan menurut petugas jaga. Lukanya sudah dibersihkan dan belum di vaksin, karena ada kemungkinan penyakit penyerta pada bapak tersebut," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)