20 Hektare Lahan Terbakar di Rangsang Meranti

datariau.com
1.432 view
20 Hektare Lahan Terbakar di Rangsang Meranti
Windy
Lahan yang terbakar masih mengeluarkan asap.

RANGSANG, datariau.com - Terjadi kebakaran lahan dan hutan di Parit Budi, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Rabu (2/8/2017) sekira pukul 09.00 WIB sudah mulai padam, namun masih berasap.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIk menyampaikan kepada Datariau.com menjelaskan, jumlah titik api yakni 1 titik dengan luas lahan yang terbakar sementara lebih kurang 20 Ha dan masih dilakukan pengukuran ulang oleh BPBD untuk rill-nya.

"Jenis lahan yang terbakar yakni semak belukar dan lahan gambut, pemiliknya masih dalam lidik, beberapa saksi yang kita mintai keterangan yakni Aidil Abadi yang merupakan Kadus Parit Budi yang beralamat di Jalan Parit Budi Desa Gemalasari, dan Anas Kadus Purwoasri Jalan Tasik Air Putih Desa Gemalasari," terangnya kepada datariau.com Rabu pagi.

Kuat Pers Pemadaman/Pendinginan yang dikerahkan yakni anggota Polri 5 personil, anggota TNI 2 personil, BPBD 15 personil, Satpol PP 6 personil, dan masyarakat 20 orang, peralatan yang digunakan berupa mesin air dari desa 2 unit (1 unit mesin Robin Merk Honda GXH 50 dan 1 unit mesin Robin Merk Subaru dengan panjang selang 300 M).

Ada juga mesin dari Kecamatan Rangsang, 1 unit mesin Merk Sibahura dan selang dengan panjang 500 meter, mesin dari BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti merk Sibahura 1 unit dan selang panjang 720 meter dan parang juga sabit 4 unit.

Beberapa faktor menguntungkan dalam pemadaman, terjalinnya kerjasama yang baik antara instansi peralatan Damkar yang memadai sehingga dapat dimaksudkan dalam proses pemadaman dan turunnya hujan di area Kecamatan Rangsang sehingga membantu proses pemadaman.

"Hingga kondisi terakhir sampai saat ini sekira pukul 09.00 WIB kondisi lahan yang terbakar sudah padam, namun masih mengeluarkan asap. Akan dilakukan pemantauan secara berkala yang dibantu oleh pihak Polri, BPBD, kecamatan dan pihak desa apabila ditemukan titik api kembali maka akan dilakukan pemadaman lanjutan," tutup AKBP Barliansyah SIk.

Penulis
: Windy
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)