DATARIAU.COM - Dalam melaksanakan Kukerta, mahasiswa UNRI melakukan program kerja dengan tema GEMARIKAN.
Kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan nugget ikan patin bersama ibu-ibu PKK Desa Karya Tunas Jaya yang dilakukan pada Sabtu 3 Agustus 2024.
Stunting adalah masalah kesehatan serius yang memengaruhi banyak anak-anak di Indonesia, berhubungan erat dengan kekurangan gizi kronis yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif.
Untuk menangani isu ini, mahasiswa Kukerta UNRI memberikan ide yaitu dengan memanfaatkan ikan patin sebagai bahan utama dalam pembuatan nugget.
Kurangnya minat anak-anak Desa Karya Tunas Jaya terhadap ikan menjadikan nugget sebagai solusi olahan makanan yang akan digemari setiap anak.
Produksi ikan patin cukup mumpuni di Desa Karya Tunas Jaya sehingga ikan patin menjadi pilihan sebagai bahan dasar pembuatan nugget.
Ikan patin adalah salah satu jenis ikan air tawar yang kaya akan nutrisi.
Beberapa keunggulan ikan patin antara lain mengandung protein tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, mengandung Asam Lemak Omega 3 yang berperan untuk perkembangan otak dan fungsi sistem saraf, Vitamin dan Mineral serta ikan patin juga kaya akan vitamin B12, vitamin D, selenium, dan fosfor yang mendukung kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.
Pelatihan pembuatan nugget ikan patin bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta, seperti ibu-ibu PKK Desa Karya Tunas Jaya.
Pelatihan dimulai dengan pengenalan bahan dan peralatan, Selanjutnya, peserta belajar teknik mengolah ikan patin dengan cara memfillet ikan patin.
Kemudian, peserta mempelajari prosedur pembuatan nugget dengan bahan-bahan yang telah disiapkan hingga tahap pengukusan olahan nugget.
Nugget dibaluri dengan tepung roti dan masak dengan cara digoreng. Peserta juga diajarkan cara menyajikannya dengan pendamping sehat.
Terakhir, peserta mempelajari teknik pengemasan untuk menjaga kualitas nugget selama penyimpanan.
Pelatihan pembuatan nugget ikan patin memberikan berbagai manfaat penting.
Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya gizi dalam mencegah stunting, serta bagaimana ikan patin dapat menyuplai asupan gizi yang seimbang.
Peserta memperoleh keterampilan praktis dalam memproduksi nugget ikan patin yang bisa diterapkan di rumah atau dikembangkan menjadi peluang usaha.
Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran mengenai masalah stunting dan cara intervensi gizi yang tepat untuk mengatasinya.
Pelatihan ini juga memberikan ide baru bagi Kader Posyandu Desa Karya Tunas Jaya untuk menjadikan nugget ikan patin sebagai menu dalam kegiatan posyandu rutin yang telah direalisasikan pada 14 Agustus 2024 di Posyandu Blok D Desa Karya Tunas Jaya.
Pelatihan pembuatan nugget dari ikan patin merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting.
Dengan memanfaatkan ikan patin yang kaya nutrisi dan mengolahnya menjadi nugget yang praktis dan bergizi, diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi anak-anak dan mendukung pertumbuhan mereka secara optimal.
Inisiatif ini tidak hanya membantu memperbaiki status gizi individu tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.***