Pemanfaatan Optimal Teknologi Bioflok oleh MSBC UNRI dalam Mengintegrasikan Pembelajaran dan Produksi

datariau.com
584 view
Pemanfaatan Optimal Teknologi Bioflok oleh MSBC UNRI dalam Mengintegrasikan Pembelajaran dan Produksi
Foto: ist.
MSBC Universitas Riau merupakan salah satu study club di Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan yang telah menunjukkan inovasi melalui implementasi kegiatan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.

PEKANBARU, datariau.com - Marine Science Biotechnology Club (MSBC) Universitas Riau merupakan salah satu study club di Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan yang telah menunjukkan inovasi melalui implementasi kegiatan budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) dengan sistem bioflok.

Kegiatan inovatif ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis bagi anggota, tetapi juga berfungsi sebagai sumber pendanaan mandiri yang mendukung pengembangan organisasi dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Ketua MSBC Ferlinus Saputra Laia menjelaskan, pemilihan lele dalam kegiatan bioflok kami sangat tepat. "Dalam waktu 2-3 bulan, kami sudah bisa memanen dan menjual hasilnya untuk menunjang kegiatan organisasi," terangnya.

Menurutnya, tingkat keberhasilan budidaya lele dengan sistem bioflok mencapai sekitar 85-90%, jauh lebih tinggi dibandingkan kolam biasa yang rata-rata hanya 60-70%.

"Meskipun investasi awal untuk sistem bioflok lebih tinggi, biaya operasional jangka panjangnya lebih rendah karena penggunaan pakan yang lebih efisien dan penghematan air yang signifikan," jelasnya.

Dalam pengelolaannya, para anggota MSBC secara bergantian terlibat dalam manajemen sistem bioflok sehingga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola siklus hidup lele, mulai dari pembenihan, pendederan, hingga pembesaran.

Mereka juga belajar mengenali dan mengatasi berbagai tantangan dalam budidaya lele seperti penyakit, fluktuasi kualitas air, dan optimasi pemberian pakan.

Menurut ketua MSBC, kegiatan bioflok lele ini memberikan dampak positif bagi organisasi. "Kami berencana untuk memperluas kapasitas produksi dengan membudidayakan jenis ikan lain, seperti nila dan patin, yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sesuai untuk sistem bioflok diversifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas, serta memberikan variasi pengalaman belajar bagi anggota study club," pungkasnya. *rls

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)