SMM PANEL INDO

Ubah Limbah Jadi Bernilai, KKN UMRI Edukasi Warga Kampung Rempak tentang Pembuatan Briket dari Sekam Padi dan Tempurung Kelapa

datariau.com
270 view
Ubah Limbah Jadi Bernilai, KKN UMRI Edukasi Warga Kampung Rempak tentang Pembuatan Briket dari Sekam Padi dan Tempurung Kelapa

SIAK, datariau.com - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut diisi dengan kegiatan edukatif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 45 di Kampung Rempak, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 45 menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah sekam padi dan tempurung kelapa menjadi briket sebagai salah satu alternatif bahan bakar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah rangkaian perayaan HUT ke-81 RI yang melibatkan masyarakat Kampung Rempak. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menghadirkan edukasi praktis mengenai pengelolaan limbah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 45 Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Siswa SMAN 1 Sabak Auh


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa sekam padi dan tempurung kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah sebenarnya memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna.

Briket yang dihasilkan dari bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Dengan demikian, limbah pertanian maupun rumah tangga dapat dikelola secara lebih produktif sekaligus berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN Kelompok 45 juga memperkenalkan tahapan pembuatan briket kepada warga. Proses tersebut meliputi persiapan bahan, pengarangan, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan hingga tahap pengeringan.

Baca juga:SDN 1 Rempak Arahkan Smartphone Jadi Sarana Belajar, Siswa Diajak Lebih Kreatif di Era Digital


Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan disertai demonstrasi agar masyarakat dapat memahami proses pembuatan serta memiliki gambaran untuk menerapkannya secara mandiri.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga mengikuti penjelasan mahasiswa dan memperhatikan secara langsung proses pengolahan bahan hingga menjadi briket.

Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan limbah, mahasiswa KKN turut mengajak warga melihat potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan Kampung Rempak.

Baca juga:Dipulangkan dari Lokasi KKN, Mahasiswa UMRI Beberkan Dugaan Pungutan Rp300 Ribu dan Program Pengabdian Ditolak


Melalui kegiatan ini, KKN UMRI Kelompok 45 berharap masyarakat dapat mengubah cara pandang terhadap limbah. Sekam padi dan tempurung kelapa tidak semata-mata dipandang sebagai bahan yang harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Pemanfaatan limbah menjadi briket juga diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam mengurangi limbah sekaligus membuka peluang pemanfaatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Penulis
: Melina Mariani Br Panjaitan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)